Taufan Pawe Pastikan Pembagian Masker di Parepare Bakal Dibagikan Berkelanjutan


Parepare – Walikota Parepare, Taufan Pawe, memastikan bersama dengan Pemerintah Kota Parepare dengan Forkopimda Kota Parepare, untuk intens melakukan aksi berbagi masker bagi masyarakat Kota Parepare, dan itu akan dilakukan secara rutin di Kota Parepare.

Dirinya mengaku, saat ini pihaknya terus melakukan percetakan masker melalui usaha Home Industri yang ada di Kota Parepare, sehingga dengan adanya dampak ini kita juga tetap memanfaatkan usaha rumah untuk membantu Pemerintah dan juga tetap menjaga stabilitas ekonomi di kota Parepare.

Taufan mengajak kepada masyarakat kota Parepare untuk tetap patuh dan taat atas anjuran Pemerintah Kota Parepare, untuk tetap menggunakan masker yang mana Pemerintah Pusat telah menekankan hal tersebut sejak 5 April yang lalu.

Ketua MKGR Provinsi Sulsel ini, menuturkan, jika pihaknya akan semakin intens melalui semua pihak termasuk Kepolisian dan TNI untuk bahu-membahu dalam melakukan pencegahan, dan tentunya selama ini komitmen masyarakat Kota Parepare, untuk sama-sama menjaga kondisi kita bisa lebih baik lagi.

Cegah Penyebaran Covid-19, Akses Ke Pasar Lakessi Lorong Pertamina Ditutup Mulai Pukul 06.00 Hingga 10.00 Wita


PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare (Pemkot) terus melakukan upaya dalam mencegah penyebaran covid- 19. Salah satunya dengan membatasi akses masyarakat yang keluar-masuk di pasar Lakessi.

Hal itu ditandai dengan penutupan jalan utama di lorong Pertamina dan jalan Amin Laengke kelurahan Lakessi. Kedua jalan itu merupakan akses masuk menuju pasar. Jalan tersebut ditutup mulai pukul 06.00 hingga 10.00 Wita dengan menggunakan portal bambu, Selasa 14 April 2020.

Lurah Lakessi, Andi Satria Burhanuddin mengatakan, penutupan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 di area pasar. Akses masuk di pasar Lakessi kata dia terlalu banyak. Sehingga, akses masuknya dijadikan satu pintu. Semua warga luar yang mau belanja ke pasar diarahkan ke pintu masuk di pinggir pantai.

Satria menambahkan, Akses tersebut juga dijaga ketat Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan UPTD pengelolaan pasar. Semua Pengunjung diharuskan menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu badan dan penyemprotan Desinfektan sebelum masuk ke Pasar.

Peliput:Nurfadila Wahid

Disnaker Parepare Buka Konsultasi Program Kartu Prakerja


PAREPARE – Pendaftaran Kartu Prakerja telah dibuka oleh pemerintah. Melanjutkan program tersebut Dinas Ketenagakerjaan Kota Parepare membuka konsultasi bagi pencari kerja dimulai tanggal 13-16 April 2020.

Kabid Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan, Disnaker Parepare, Abd Rahman menerangkan, program kartu Prakerja ini diperuntukkan untuk masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan. Diutamakan bagi tenaga kerja yang terdampak covid-19 yakni bagi yang dikenakan Pemutuhan Hubungan Kerja (PHK) atau yang dirumahkan.

Abd Raman menambahkan, khusus provinsi Sulawesi selatan, para peserta dibatasi hingga 158.956 orang. peserta yang terdaftar akan menerima bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk keperluan biaya pelatihan dan insentif (uang saku). Adapun Cara daftar Kartu Prakerja dilakukan secara online di laman www.prakerja.go.id. Syarat Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 18 tahun, dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal. Biaya pelatihan program ini ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tak perlu membayar atau gratis untuk ikut pelatihan atau kursus yang ada.

Peliput:Nurfadila Wahid

Taufan Pawe : Setiap Kebijakan Pemerintah Pusat Kami Pasti Akomodir


Parepare – Walikota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, Pemerintah Kota Parepare tentunya akan menjalankan setiap kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya bagaimana menjaga Kota Parepare agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Taufan Pawe, menjelaskan, jika Pemerintah daerah tentunya akan mengikuti setiap kebijakan yang diputuskan bersama.

“Sebagai Pemerintah daerah tugas kita bagaimana melakukan perpanjangan kebijakan dari Pemerintah Pusat, dan sebagai Pemerintah Daerah tentunya harus mematuhi aturan tersebut,”katanya.

Taufan, menjelaskan, Pemerintah Kota Parepare juga tentunya melalui jalur komunikasi kepada semua pihak, maka kita akan akomodir setiap kebijakan tersebut.

“Apapun pasti kita akan laksanakan, apalagi kalau sifatnya memang harus untuk dilaksanakan, maka tugas kita bersama untuk melaksanakannya,”jelasnya.

Taufan sendiri, mengajak kepada semua masyarakat Kota Parepare, agar patuh dan taat terhadap aturan Pemerintah sehingga kita bisa terbebas dari virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

“Kalau kita bisa patuh dengan keadaan tersebut, tentunya kita akan dapatkan hasil yang lebih baik, dan itu perlu menjadi kerja bersama kita,”jelas Eks Pengacara Ternama ini.

Lurah Galung Maloang Kunjungi Warganya yang Menderita Kanker Usus


PAREPARE – Feri Ardiansyah, Warga Kelurahan Galung Maloang tengah berjuang melawan kanker usus. Penyakit tersebut dideritanya selama setahun lamanya. Kondisinya kian memprihatinkan. Dia tampak terbaring lemah di ayunannya. Badannya pun terlihat menyusut dan perut kembung. Bahkan, ia harus Buang Air Besar (BAB) lewat perutnya.

Ayah Feri, Abdul Wahab mengatakan, anaknya tersebut memilih melakukan terapi sederhana dan obat tradisional di rumahnya, Setelah dioperasi di RSUD Andi Makkasau sebulan lalu kata dia, Dokter juga merekomendasikan untuk kemoterapi di Makassar. Namun karena fisiknya yang lemah, anaknyapun menolak. Abdul Wahabpun mengharapkan ada solusi terapi alternatif bantuan dari pemerintah.

Mengetahui kondisi Feri, Lurah Galung Maloang, Moh Suryadi mengunjungi Feri dirumahnya di Jalan Lingkar Lanyer Kelurahan Galung Maloang Kecamatan Bacukiki Senin, 13 April 2020.

Suryadi mengaku, pihaknya rutin memberikan bantuan sembako kepada Feri sekeluarga, Seperti mie instan dan beras. Apalagi keluarga feri, kata dia masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Di kesempatan yang sama, Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Parepare, Andi Muh Fudail juga mengunjungi Feri. Dia memberikan semangat dan sejumlah sembako kepada Feri.

Peliput : Nurfadila Wahid

KM Queen Soya Berhenti Berlayar Ke Samarinda


PAREPARE- Pihak perusaan pemilik kapal penumpang km queen soya jurusan parepare – samarinda akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil penumpang dan membatalkan pelayaran ke samarinda .

Hal ini diperjelas oleh yasser aslan tjanring selaku manajer operasional pt panca merak samudra , dirinya menjelaskan bahwa keputusan ini bukan semata semata larangan dari pihak pemerintah dan pihak pelabuhan , melainkan di faktorkan oleh paguyuban dari suku dayak yang kini melarang kepala untuk sandar dan menurunkan penumpang ke samarinda ,dari hasil informasi yang diterima oleh pihak km queen soya bahwa jika masih menurunkan penumpang maka akan di ancam kapal tersebut akan dibakar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dengan terpaksa, pihak dari pt panca merak samudra tidak lagi menoperasinalkan kapal queen soya untuk di berangkatkan ke samarinda.

Peliput: Erwin

Selama Covid-19 Stok Menipis, UDD PMI Ajak Masyarakat Donor Darah


Merebaknya Covid-19 juga berdampak pada ketersediaan kantong darah di Parepare. Khususnya di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Parepare, jumlah sangat menipis yakni hanya 31 kantong darah per tanggal 10 April 2020.

Teknisi Pada Unit Donor Darah UDD PMI Parepare, Rina menjabarkan stok darah yang tersisa yakni sembilan golongan darah A, tujuh darah B, Sembilan darah O dan enam darah AB. Menipisnya stok darah tersebut kata Rina, merupakan dampak dari Covid-19 yang membuat vpara pendonor takut untuk mendonorkan darahnya.

Normalnya kata rina, jumlah kantong darah UDD PMI berkisar puluhan kantong per golongan darah. Hal itu juga dikarenakan bukan hanya jumlah pendonor sukarela yang sudah mulai kurang datang, juga karena kantor yang WFH dan kampus yang diliburkan yang membuat kegiatan rutin donor darah tidak berjalan.

Meski menipis, permintaan darah dari rumah sakit di Parepare masih aman dan tercukupi. Pihaknya juga menerapkan sistem menghindari penyebaran covid-19, dengan mengajak masyarakat yang donor darah untuk melaksanakan screning terlebih dahulu untuk memastikan pendonor tidak ada gejala covid-19 dan sehat.

Peliput:Nurfadila Wahid

22 Orang di Kelurahan Ujung Bulu Parepare Berstatus OTG


PAREPARE -Satu lagi jumlah status orang tanpa gejala (OTG) bertambah di Kota Parepare. Hal tersebut diungkapkan oleh Surveillance Puskesmas Lapadde, Armayanti saat mengunjungi OTG baru di Jalan Pancasila, Jumat 10 April 2020.

Diketahui, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, total OTG di Parepare sudah berada di angka ratusan orang. Sednagkan jumlah OTG di Ujung bulu yakni 22 orang.

Menurut Armayanti, satu orang OTG tersebut berasal dari pulau kalimantan. Seluruh OTG kata dia yakni pendatang dari negeri/daerah/kota yang terjangkit covid-19.

Khusus di Kelurahan Ujung bulu jumlah OTG bertambah lima orang per hari ini, dan sudah selesai melakukan pemantauan dengan 17 OTG sebelumnya.

Dia menambahkan, Pemerintah kota mewajibkan seluruh masyarakat untuk memakai masker saat bepergian dan berada di luar rumah, hal tersebut berkenaan dengan upaya terhindar dari penyebaran covid-19.

Peliput:Nurfadila Wahid

DPRD Minta PDAM Parepare Utamakan Program Jaring Pengaman Sosial


Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare menyambangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kamis 9 April.

Di sela kunjungannya, dewan meminta agar jaring pengaman sosial lebih diutamakan.

Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Nadjamuddin mengatakan, pihak PDAM tidak punya data mengenai kriteria pelanggan yang layak mendapatkan air bersih gratis.

Apalagi, kata dia, kondisi keuangan daerah saat ini tidak memadai.
Untuk itu DPRD akan mengkaji hal tersebut di DPRD. Selanjutnya, dia akan menjadwalkan rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah untuk membicarakan hal tersebut.

Dalam kunjungannya tersebut, Rudy juga mengapresiasi kinerja PDAM Parepare dalam mencegah pandemi virus corona (covid-19). Menurutnya PDAM telah berbuat banyak. Terutama, inovasinya membuat air yang berfungsi sebagai disinfektan, yang meski tanpa sabun pun sudah bisa membunuh virus-virus.

Peliput:Nurfadila Wahid