Study Tiru Ke Kota Parepare, BPOM Palangkaraya Apresiasi Inovasi Pasar Sumpang

PAREPARE, – Jajaran Balai Besar POM Palangkaraya melakukan Study tiru ke Kota Parepare.

Kunjungan ini diterima Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare Hasan Ginca, yang didampingi Beberapa Kepala Dinas yang tergabung Tim Gadis Paman, di Kantor Dinas Perdagangan Kota Parepare, setelah itu melanjutkan ke Pasar Sumpang Minangae, Kamis (25/11/2021).

Sub Koordinator Pengujian Kimia Balai Besar POM Palangkaraya, Nurfadilla mengatakan kunjungan ke Kota Parepare ini dalam rangka mempelajari pengelolaan dan pengembangan pasar tradisional, dimana Pasar Sumpang Minangae diketahui telah meraih Pasar Pangan Aman terbaik tingkat Nasional.

“Kami kesini ingin melihat langsung karena kami ingin mereplikasi, ingin mencontoh dan meniru pasar daripada pasar sumpang minangae ini yang sudah juara satu tingkat Nasional. Jadi kami ingin di daerah kami juga ada pasar yang juara seperti ini,”ungkap Nurfadillah yang didampingi Hasan Ginca.

Setelah berkeliling melihat pasar sumpang ini tambahnya, ia mengaku inovasi yang dihadirkan di dalam pasar ini luar biasa. Gabungan Pangan Aman menjadi inspirasi baginya untuk kedepannya akan mengajak Pemerintah palangkaraya bisa kembali berkunjung Ke Kota Parepare ini.

“Memang setelah kami liat itu, luar biasa inovasi yaitu Gadis Paman (gabungan dinas Pangan Aman). Mereka ini terjun langsung, yang intinya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan ini juga sangat menginspirasi bagi kami. Mungkin kedepannya kami juga akan mengajak walikota dan pimpinan kami kesini supaya juga melihat langsung dan bagaimana cara membangun koordinasi dengan lintas sektor daerah disini,”tandasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Hasan Ginca menjelaskan, bahwa kedatangan Balai Besar POM ini ingin melihat secara dekat seperti apa pelayanan di pasar sumpang minangae sehinga bisa memperoleh juara satu tingkat nasional.

“Alhamdulillah kami menerima BPOM Palangkaraya tadi dengan melihat proses administrasinya bagaimana, setelah itu lanjut ke pasar sumpang dengan konsep yang akan dibawah kesana yaitu Adopsi, Tiru dan Modifikasi (ATM),”jelas Hasan Ginca.(Yanti)

Kunjungi Lokasi KWT, Erna Rasyid Taufan Serahkan Bantuan Alat Perkebunan Hingga Pupuk

PAREPARE, – Meski hujan mengguyur Kota Parepare, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan meluangkan waktu untuk menepati janji bertemu warga dalam rangka penilaian terhadap tiga Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kunjungan pertama dilakukan di KWT Sumber Bakti Kelurahan Lompoe, dengan menyerahkan bantuan alat perkebunan kepada warga yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Nur dan Camat Bacukiki Saharuddin, di Lompoe, Selasa Kemarin.

Hj Erna Rasyid Taufan mengatakan, kunjungan ini dilakukan ke beberapa titik KWT di Kelurahan Kota Parepare, untuk melakukan penilaian terhadap tiga KWT yang ada di setiap Kelurahan di Kota Parepare.

Yang terpenting kata Erna, adanya kesinambungan dan keberlanjutan pemanfaatan KWT ini untuk memberikan dampak positif bagi warga.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada Kadis Ketahanan Pangan yang merupakan Pendamping dan juga terutam kepada Ibu-ibu dengan berinisiatif memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong. Dengan banyak di rumah ternyata banyak hikmah nya,”Ucap Ketua Dekranasda ini.

Ia menilai bahwa sejauh ini ada beberapa tempat yang telah dikunjunginya, ternyata di Bacukiki sungguh luar biasa perkembangannya dengan didukung lokasi yang sangat bagus. Selain itu, penataan tanaman juga disebut rapih.

Erna Rasyid berharap, dengan adanya KWT di setiap Kelurahan ini, Kota Parepare bisa jadi kota yang lengkap dari segi kebutuhan pangannya.

“Syarat keberhasilan kita apabila penduduk di suatu negeri beriman , maka Allah menjanjikan menurunkan keberkahan dari atas langit dan dari bumi ini. Ini bukan janji Caleg atau janji calon walikota, saya cuma menyampaikan bahwa Allah berjanji jika umatnya beriman akan memberikan keberkahan,”pesannya kepada warga.

Selain menyerahkan bantuan peralatan kebun, pada kesempatan tersebut, Erna Rasyid Taufan juga membagikan Tumbler botol minuman kepada warga yang bekerjasama dengan Forum Komunitas Hijau (FKH).(Yanti)

Tingkatkan Eksistensi Pengrajin Cangkang di Kota Parepare, LP2M Gandeng Dekranasda Gelar Workshop

PAREPARE, – Untuk meningkatkan Eksistensi pengrajin Cangkang (kerang-kerangan) di Kota Parepare, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Parepare, menggelar Workshop Riset Pengabdian Kepada Masyarakat Komunitas Industri Kreatif Cangkang Kerang dengan Tema “Bisnis Onlin, Tips dan Trik menjual produk kerajinan secara Online.

Workshop ini dibuka langsung Ketua Dekranasda Parepare Hj Erna Rasyid Taufan, yang dihadir sekitar 20 peserta Ibu-ibu masyarakat pesisir, di Gedung Galery Dekranasda Balai Ainun Parepare, Senin (9/11/2021).

Hj Erna Rasyid Taufan mengatakan bajwa adanya kerjasama ini merupakan rejeki bagi Dekranasda Parepare untuk membantu Progrm Pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Dimana dalam workshop ini melibatkan warga atau kelompok masyarakat pesisir untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan cara memasarkan produk secara online.

“dengan kehadiran LP2M ini kami dekranasda dapat bekerjasama untuk lebih meningkatkan hasil produksi kerang-kerangan di Parepare, terutama memberikan pelatihan-pelatihan nbagaimana agar supaya produk-produk atau hasil karya yang mereka sudah ciptakan bisa dipasarkan dengan baik,”Tandas Erat Akronim Erna Rasyid Taufan.

Ia berharap agar para warga pesisir yang mengikuti workshop ini betul-betul mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan.

“Karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebanyak apapun, kalau tidak bisa dipasarkan, percuma. Dan ini memang selalu menjadi kendala, bukan saja di Parepare kan tetapi juga di Daerah lain,”tandasnya.

Sementara Ketua LP2M, Dr Zainal Said menjelaskan, bahwa sebanyak 3 Tim Peneliti dari LP2M IAIN Parepare sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh Dekranasda Parepare, sehingga sinergitas dapat dilaksanakan melalui Workshop tersebut.

“Kami memang di LP2M IAIN parepare, memang ada tahapan penelitian salah satunya adalah workshop. Ada 3 tim peneliti dan mereka meneliti tentang komunitas pengrajin cangkang di kota Parepare. Ternyata penelitian tersebut sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh dekranasda parepare sehingga terjadi sinergitas antara program kami dan program-program Dekrnasda,”Jelas Zainal.

Zainal menyebut bahwa kegiatan ini dilakukan agar eksistensi pengrajin cangkang di Kota Parepare lebih ditingkatkan, dan dapat terpublikasi untuk bisa menghasilkan nilai ekonomis sehingga kegiatan ini bisa berkembang nantinya.(Yanti)

Erna Rasyid Taufan Apresiasi Pokja I PKK Parepare Sosialisasikan Stunting Dipadukan Dengan Keagamaan

PAREPARE, – Pokja I Tim Penggerak PKK Kota Parepare menggelar Sosialisasi yang mengangkat beberapa Tema diantaranya, Pola Asuh anak dan remaja dalam upaya pencegahan stunting.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare Hj Erna Rasyid Taufan, dan diikuti Kepala Kementerian Agama Parepare H Abr Gaffar secara virtual dan beberapa pengurus PKK Kecamatan dan Kelurahan, di Balai Ainun, Minggu (7/11/2021).

Dalam laporannya, Sekretaris Pokja I Tim Penggerak PKK Parepare, Hj Eta mrnyampaikan bahwa dalam rangka HKG Tim Penggerak PKK Pokja I mengadakan beberapa kegiatan, diantaranya melaksankaan Lomba Da’i Cilik dengan Tema Pola Pembelajaran anak dimasa Pandemi Covid-19, yang Insya Allah akan dilaksankaan pada tanggal 15 mendatang.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuna kepada masyarakat atau orang tua melalui PKK tingkat kecamatan dan kelurahan bahwa betapa pentingnya pencegahan stunting untuk anak usia dini. Pembelajaran buta aksara Al Quran bagi orang tua atau lansia untuk pembinaan ketahanan keluarga agar terwujud rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah,”papar Hj Eta melalui virtual.

Sementara Hj Erna Rasyid Taufan pada kesempatan tersebut mengapresiasi Tema yang diangkat pokja I Tim Penggerak PKK ini, yang telah membaurkan kegiatan Sosialisasi dengan kegiatan keagamaan yaitu dengan menggelar Lomba Cilik menyambut HKG.

“Jadi saya apresiasi Pokja I yang pada hari ini membuat suatu gerakan kurang lebih sosialisasi tapi saya juga tadi sudah menyampaikan arahan bahwa jangan hanya sekarang sekedar pintar atau bisa membaca Al Quran, Tapi usahakan kedepan bisa ada waktu khusus untuk belajar setiap hari makna-makna Al Quran. Terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan kehidupan yang relevansi dengan keadaan saat sekarang ini karena kita ini sangat butuh dengan Al Quran,”pesan Erna Rasyid Taufan

Pokja I lanjut erna, diketahui memiliki program tentang agama dn sosial kemasyarakatan. Olehnya itu, sekali lagi ia menekankan bahwa dalam kegiatan Sosialisasi yang dilaksankaan agar mampu menyosialisasikan Al Quran Di tengah-tengah masyarakat, terkhusus bagi kader-kader PKK.

“Ini Pokja I Kita ketahui tentang agama dan sosial kemasyarakatan, dan hari ini saya melihat dua tema diberikan kepada saya yaitu pola asuh anak dan tentang Al Quran. Bagi saya, kita memang mungkin selesai di setiap masalah kalau misalnya Al Quran sudah mampu kita sosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, bukan sosialisasi agar bisa saja membacanya, akan tetapi lebih kepada bisa membaca lebih dengan baik kemudian mengerti maknanya dan paling penting kita bisa meraih manfaat dari Al Quran Karena mengerti makna,”tekan Dai’ah ini.(Yanti)

Program Baru BPJS Tenaga Kerja, Korban PHK Bisa Dapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan

PAREPARE, – Di tengah dampak Pandemi Covid-19, Pemerintah menerbitkan aturan soal syarat pekerja atau buruh bisa mengikuti program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) adalah jaminan yang diberikan kepada pekerja atau buruh yang mengalami PHK yang diprogramkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Parepare, Arfiany saat melakukan Silaturahmi dengan sejumlah media, belum lama ini.

“Program baru 2021 BPJS Tenaga Kerja kata dia, adalah program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang masih dalam kategori Perusahaan skala kecil, mikro, besar dan menengah. Namun ada persyaratan, perusahaan-perusahaan mana saja yang masuk dalam Kategori perusahaan yang bisa mendapatkan program tersebut,”Papar Arfiany.

Lebih lanjut ia menjelaskan program jaminan kehilangan Pekerjaan ini agak berbeda dengan program sebelumnya. Untuk persyaratan peserta program JKP ini, bagi perusahaan skala besar dan menengah, wajib diikutsertakan dalam 4 program yakni Program JKN, JKK, JHT, dan JP. Sementara untuk perusahaan skala kecil dan mikro, wajib diikutsertakan sekurang-kurangnya 3 program, JKN, JKK, JHT dan JP.

“kalau terkait dengan premi, ini agak berbeda dengan program sebelumnya. Dimana program JKP ini premi nya itu tidak ada. Karena sepenuhnya memang ini adalah program yang diberikan oleh pemerintah untuk kepada pekerja yang mengalami resiko yang kehilangan pekerjaan. Jadi 4 program sebelumnya memang ada premi atau iuran yang dibebankan kepada tenaga kerja dengan pemberi kerja. Nah, khusus di jaminan kehilangan pekerjaan ini tidak ada premi yang dibebankan kepada tenaga kerja dan pemberi kerja, karena memang betul iurannya kepada pemerintah,”Pungkasnya.

Untuk di Kota Parepare sendiri, tambahnya, ada beberapa perusahaan yang lolos persyaratan untuk bisa mendapatkan program jaminan kehilangan pekerjaan ini.(yanti)

Erna Rasyid Taufan Unjuk Kebolehan Ikuti Lomba Masak TP PKK Sulsel

PAREPARE, – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan mengikuti lomba memasak pangan sehat dan bergizi,  berbahan dasar jagung, dengan menggunakan kompor induksi.

Dilaksanakan PKK Provinsi Sulawesi Selatan, berkolaborasi PT PLN (persero) unit induk wilayah SulselBar, di Hotel The Rinra Makassar, besok 31 Oktober 2021.

Sebelum berlomba, Hj Erna dan peserta mengikuti technikal meeting di ruang Kaluku B, Hotel The Rinra, 30 Oktober 2021, membahas aturan dan kriteria memasak. Salah satu juri pada kegiatan tersebut, chef Norman yang merupakan juru masak selebriti.

Pada technikal meeting panitia memberikan kesempatan kepada peserta mempraktikkan kompor induksi yang tahan panas agar pada kegiatan lomba nantinya akan diaplikasikan dengan baik. Ketua TP PKK Parepare, pun terlihat lihai dalam menggunakan kompor menggunakan energi elektromagnetik.

Ia menuturkan  optimis mendapatkan juara pada lomba masak pangan sehat. Apalagi katanya besok yang harus dominan memasak adalah Ketua TP PKK, bukan pendampingnya.

“Menurut saya ini adalah langkah yang inovatif, karena bagaimanapun kami adalah ibu. Jadi jangan sampai ada ibu yang tidak tahu memasak itu bagaimana yah, apalagi kita adalah ibu PKK. Jadi besok akan kelihatan siapa bisa masak dan tidak, ” tutur Hj Erna.

Dewan juri lomba masak, Sri Suro Adhawati menjelaskan pada lomba memasak semua bahan disediakan oleh panitia, dan hanya dha orang yang mengikuti. Ia mengutarakan penilaian utamanya yaitu rasa, keindahan atau plating, keindahan, metode dan sistematika memasak.

“Bahan utamanya dari jagung. Tim juri. Bukan hanya dari PKK tapi ada juri dari luar pkk. Yang dinilai itu, diutamakan rasa, 50%. Keindahan plating 20%. Kebersihan 10%, Metode masak / 10 %, sistematika masak 10%,” jelasnya. (*)

Wali Kota Parepare Terima Penghargaan Dari Menteri Keuangan Sri Mulyani

MAKASSAR – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penghargaan ini atas keberhasilan Pemkot Parepare menyusun dan menyajikan laporan keuangan Tahun 2020 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sulsel, Syaiful pada acara Diseminasi Pengeloaan Dana Transfer Daerah Tahun 2021 dan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, di Hotel Novotel, Makassar, Kamis, 21 Oktober 2021.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, penghargaan ini harus dijadikan cambuk para pengguna anggaran Pemkot Parepare untuk bekerja lebih baik lagi. Tiga prinsip ketaatan wajib terus dilakukan. Taat asas, taat administarsi, dan taat anggaran.

“Kegiatan seperti ini memiliki arti yang sangat penting, karena merupakan bagian dari upaya kita untuk melakukan penataan dan perbaikan pengelolaan keuangan daerah khususnya pengelolaan dana transfer daerah seperti Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah, dan semoga dengan diseminasi ini kita dapat mempertahankan kinerja pengelolaan
keuangan daerah dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP,” katanya.

Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini mengingkatkan, WTP itu bukan berarti adanya potensi terjadinya kerugian negara karena sifatnya hanya kebenaran formal. Sehingga dirinya meminta kehati-hatian harus terus dijaga.

“Taat asas itu sangat penting. Karena tidak sedikit regulasi-regulasi cepat sekali berganti. Untuk itu yang punya tupoksi masing-masing tolong mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bisa bermanfaat bagi Pemkot Parepare,” tegasnya.

Ketua Golkar Sulsel ini turut mengapresiasi kehadiran Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sulsel Syaiful. Dirinya berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola Pemkot Parepare jauh lebih baik lagi.

“Terima kasih Bapak Syaiful atas kehadirannya. Ini saya anggap anugerah. Mohon bimbingan dan arahannya. Kami haus perkembangan dan ilmu-ilmu tranformasi yang bih baik lagi,” puji pria berakronim TP ini.(rls)

Bulog Parepare Dituding Lakukan Praktik Mafia, Pimpinan Cabang Arsul Tallama Angkat Bicara

PAREPARE, – Pimpinan Cabang Perum Bulog Subdivre Parepare, Arsul Tallamma angkat bicara pasal pemberitaan yang menduga pihaknya melakukan praktik mafia.

Tudingan itu dilontarkan lantaran kurangnya mobilitas nasional (Mobnas) beras pada Perum Bulog Pinrang, sementara berbanding terbalik dengan Perum Bulog Lapadde Parepare yang mobnasnya lebih diprioritaskan.

Menanggapi pernyataan itu, Arsul Talamma mengungkapkan, alasan pusat memprioritaskan mobilitas beras Bulog Parepare lantaran masih banyaknya stok beras periode tahun 2020 yang tersimpan di gudang Bulog Parepare.

“Pertimbangan pusat memprioritaskan mobnas di gudang Alpadde karena stok sisa tahun 2020 masih ada 19 ribu ton pada bulan lalu. Sekarang sisa 15 ribu ton. Ini untuk menghindari kerugian dan biaya perawatan serta kerusakan beras,” ujar Arsul Talamma kepada sejumlah awak media.

Ia juga menuturkan, dibandingkan dengan Bulog Pinrang, stok beras sisa tahun 2020 hanya 1000 ton. “Parepare masih ada 15 ribu ton, jadi wajar jika pusat memprioritaskan mobilitasnya. Jika tidak, akan merugi karena beras lama berpotensi rusak,” jelas Arsul, Selasa, (19/10/2021).

Ia juga telah melakukan pemantauan harga gabah habis panen di Kabupaten Pinrang yang disebut-sebut anjlok. “Harga gabah saat ini di Pinrang 4.500 – 4.600/Kg masih di atas harga HPP dan Bulog sudah berusaha antisipasi harga turun dengan mempercepat pemuatan Movnas agar space gudang ada.(Yanti)

Capai Target KB Vasektomi, Dinas PP & KB Gelar Orientasi Peningkatan Kesertaan Penggunaan MKKP

PAREPARE, – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP&KB) menggelar Orientasi Peningkatan Kesertaan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang MKJP Bagi Peserta KB Dan Calon Peserta KB Tingkat Kota Parepare Tahun 2021.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas PP & KB Hj Halwatia, dengan menghadirkan Pemateri dari Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Parepare, Kurnia Basra, dan Kepala Bidang Pelayanan, Promosi dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Parepare, Kasna di Aula Kantor Dinas PP & KB, Kamis (4/10/2021).

Halwatia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wajib dilaksanakan oleh Dinas PP dan KB untuk meningkatkan pelayanan KB terkait peserta KB Jangka panjang dalam hal ini Vasektomi yang memang belum memenuhi target.

“hal yang paling kita utamakan adalah bagaimana meningkatkan pelayanan KB dan bagaimana kita bisa meningkatkan peserta KB dalam hal ini peserta KB jangka panjangnya memang belum memenuhi target yakni pemasangan Vasektomi bagi laki-laki. Itu kami baru dapatkan 9 orang sedangkan kami punya target 40 orang untuk tahun 2021 ini.

Lebih lanjut ia menyebutkan, bahwa untuk capaian peserta KB jangka panjang lainnya seperti, Spiral, Implan dan Pil, telah melebihi target di atas 100 persen. Hanya saja kata dia, untuk vasektomi pihaknya saat ini melakukan upaya untuk mencapai paling tidak 50 persen.

“Kalau jangka panjang sistem yang lain seperi KB, Spiral, Implan itu alhamdulillah kita sudah mencapai lebih 100 persen, kondisinya sudah diatas 103 persen , jadi sudah berhasil kalau jangka panjang yang lain, cumavasektomi belum. Insya Allah kami berupaya dengan adanya pelatihan ini kami bisa mencapai paling tidak di atas 50 persen untuk KB Vasektomi bagi laki-laki,”pungkasnya.(Yanti)

Maksimalkan Imunisasi Anak Sekolah, Pemkot Parepare libatkan Tokoh Agama Hingga Tokoh Masyarakat

PAREPARE, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Kota Parepare, bekerjasama dengan UNICEF Indonesia dan Yayasan Gaya Celebes (YGC), menggelar pertemuan Advokasi bersama pemangku kepentingan, yakni sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pelaksanaan Imunisasi Rutin dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pandemi.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Lingkungan dan P2P Dinas Kesehatan Parepare, Muh Idris, dengan melibatkan berbagai pihak dan lintas sektor diantaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Kecamatan, MUI dan Perwakilan Ormas Islam yang digelar di Balai Ainun Kota Parepare, Jumat (8/10/2021).

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Lingkungan dan P2P Dinas Kesehatan Parepare, Muh Idris, mengatakan kegiatan Advokasi pelaksanaan BIAS ini dalam rangka meningkatkan peran lintas sektor terutama lembaga atau organisasi agama dan tokoh masyarakat, untuk mendukung program BIAS ini.

“Didasari dari keinginan kita agar pelaksanaan BIAS itu dapat berjalan tanpa adanya hambatan-hambatan seperti yang selama ini terjadi. Juga, lanjutnya, ada beberapa program vaksinasi atau Imunisasi rutin yang selama ini mendapat pemahaman tidak lengkap dari masyarakat, sehingga kita memerlukan bantuan dari tokoh masyarakat atau lintas sektor yang terlibat untuk membantu kita mensosialisasikan program BIAS ini,”Jelas Muh Idris.

Menurutnya, Pelaksanaan BIAS ini merupakan program Nasional yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin dan BIAS meskipun di tengah pandemi, dimana pada tahun 2020 capaian imunisasi anak sekolah hanya mencapai 86%. Sehingga di tahun 2021 ini pihaknya akan menargetkan 92 hingga 94 %.

“Jadi bukan hanya vaksin Covid-19 yang berjalan di tengah pandemi ini. Pelaksanaan BIAS itu tidak boleh terhenti meski masa pandemi karena ini program Nasional, dimana jadwal dan bulannya sudah ditentukan. Jadi meski anak-anak tidak melakukan PTM kita berupaya untuk mencari bagaimana mereka tetap mendapatkan imunisasi tersebut untuk mencapai target,”terangnya.

Lebih lanjut Muh Idris menguraikan, bahwa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yang rencananya akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang, untuk anak Sekolah dasar (SD) mulai kelas 1, 2, 5 dan kelas 6 atau anak yang berusia di bawah 12 tahun.

“Seharusnya dilaksanakan dua kali, Agustus dan Oktober. Tapi karena pandemi jadi tidak dilaksanakan. Sehingga baru dilaksanakan nanti 18 Oktober,”tandasnya.

Hal senada dikatakan Program Officer YGC – UNICEF, Muh Hajrani Basman, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk peningkatan cakupan imunisasi agar tinggi dan merata, khususnya imunisasi rutin dan BIAS di Kota Parepare.

“Untuk Program ini temanya itu Kembali Sekolah Dengan Aman. Termasuk memastikan Program Vaksinasi atau Imunisasinya berjalan dengan baik. Jadi Parepare salah satu pilot project dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Sulsel khususnya untuk mensukseskan imunisasi anak sekolah,”ujar Muh Hajrani di sela-sela kegiatan.(Yanti)