Cara Unik Petani Parepare Atasi Hama Burung

Ada cara unik bagi para petani di kelurahan lemoe kota parepare dalam menangulangi hama burung pipit.
Pasalnya Hama burung pipit atau burung pemakan padi membuat petani di Kota Parepare resah. Keberadaan hama ini mengancam hasil panen petani menurun.
Untuk mengatasi serangan hama tersebut, petani di Bacukiki, Kota Parepare, menyiapkan jaring yang dibentangkan di atas hamparan tanaman padi.
Petani setempat, Arham mengaku, rela merogoh kocek membeli jaring seharga Rp200 ribu dengan ukuran 2×10 meter agar dapat mengantisipasi serangan burung pipit memakan padi di sawah miliknya.
Dengan mengandalkan dua jaring para petani ini menjebak burung pipit atau burung pemakan padi ini , Hasilnya puluhan ekor burung berhasil terjerat dalam jaring tersebut.
Kegiatan ini dinamakan “madongi dongi ” oleh petani setempat. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan para petani ini biasanya menjual burungbhasil tangkapannya seharga Rp2.500 per ekor, dan biasanya orang dari luar daerah yang membelinya pesan.
Menurut Arham, serangan hama burung pipit paling besar terjadi saat panen kedua atau diusia padi berumur 70 hari,dan Biasanya paling banyak di bulan 5, mereka bisa mendapatkan 300 ekor burung per hari.

Peliput : Erwin