Miliki Banyak Inovasi, Kota Parepare Jadi Tujuan Benchmarking Diklatpim IV Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar

PAREPARE, -Walikota Parepare HM.Taufan Pawe didampingi Sekretaris Daerah H.Iwan Asaad, menerima kunjungan peserta Benchmarking Diklatpim Tingkat IV Angkatan ke-16 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, di Ruang Pola, Senin (22/4/2019).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kepulauan Selayar, Drs.muhtar, yang juga selaku ketua rombongan menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak dan terkhusus kepada Walikota Parepare yang telah memberikan ruang untuk Kegiatan Benchmarking di Kota Parepare, dengan titik locus antara lain, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Keuangan Daerah, dan Kecamatan Bacukiki.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memilih kegiatan Benchmarking diklatpim IV di Kota Parepare, karena inovasi program kegiatan dan pelayanan public yang telah berjalan dengan baik, khususnya di sektor perhubungan, pengelolaan keuangan daerah, pelayanan perizinan dan penanaman modal, serta wilayah pemerintah kecamatan bacukiki yang akan menjadi sumber informasi dan akan menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk menyusun proyek perubahan kepulauan selayar,”Jelas Muhtar.

Tambah dia, ini merupakan bagian pendalaman materi yang diperoleh untuk mempelajari inovasi di Kota Parepare yang diikuti sebanyak 40 peserta yang didampingi 4 orang pembimbing yang dimulai hari Minggu tanggal 21 April hingga 23 April 2019.

Sementara Walikota Parepare HM.Taufan Pawe pada kesempatan tersebut lebih banyak memberikan motivasi kepada peserta Diklatpim dari Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar. Tata kelola Pemerintahan tidak terlepas dari persoalan normatik dan kerja-kerja massif. Benchmarking adalah suatu proses yang tidak bisa dilalui dengan penekanan pembanding.

“Saya bersyukur dan bangga Kepulauan Selayar melirik Kota Parepare. Jika ingin menghidupkan suatu daerah, Proyek perubahan harus mencari sumber inspirasi yang ideal dan tata kelola Pemerintahan dan kemasyarakatan harus disiapkan,”Ujar Taufan.

Peserta Diklatpim ini lanjut dia, harus menggunakan kesempatan dan momen ini untuk memotret dan pada akhirnya dapat mengevaluasi proyek perubahan yang ada di Kota Parepare.

“Proyek Perubahan harus ada kecermatan, bukan tanpa upaya dan kerja keras Kota Parepare seperti saat ini. Kami bergerak dan kami berbuat untuk melahirkan ide yang berlogika, bukan retorika,”tandasnya.

Peliput : yanti