Penerimaan Pajak Restoran Dipantau KPK dan Pemkot

PAREPARE, – Pemasangan alat penerimaan pajak online yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare di restoran-restoran terkoneksi langsung melalui aplikasi bentukan KPK kerjasama Pemerintah Kota yang dinamai ‘text monitoring’.

Aplikasi yang digunakan untuk memantau penerimaan pajak restoran berbasis online ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, restoran yang kerap “nakal” dengan mencabut alat perekaman yang terpasang di restorannya juga akan terpantau dalam aplikasi.

“Jadi kalau ada restoran yang ‘nakal’ yang sengaja mencabut alatnya, maka di aplikasi akan kelihatan berwarna merah sebagai tanda bahwa pemilik sengaja mencabut alatnya agar tidak ketahuan penerimaan pajak dari makanan yang dibayar oleh konsumen,” ujar Iwan Asaad, Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare saat ditemui usai membuka pelatihan tata kelola destinasi wisata di Hotel Bukit Kenari Parepare, Kamis, (20/6/2019).

Ditanya soal sikap Pemkot jika mendapati pelaku usaha atau restoran yang “nakal”, pemkot kata dia tidak tanggung-tanggung untuk mencabut izin usaha. “Tentu kita berikan teguran dulu, dan jika masih tidak dipatuhi, maka pada akhirnya akan kita cabut izin usahanya,” tegas mantan Kepala Dinas Kominfo dan Kabag Humas Setdako Parepare ini.

Selain cara itu, Pemkot juga mengimbau kerjasama masyarakat agar meminta bill atau tagihan berupa struk pembelian kepada kasir. “Kita harus mengedukasi konsumen agar ketika melakukan pembayaran, sebaiknya meminta bill karena jika itu dilakukan berarti alatnya tidak dicabut dan ini masuk menjadi pendapatan daerah untuk membangun kota kita,” imbaunya.

Peliput:Yanti