Buka Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana, Sekda Parepare Ajak Masyarakat Bangun Budaya Sadar Bencana

PAREPARE, – Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menggelar Sosialisasi pengurangan resiko bencana bagi aparat, dunia usaha dan masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare yang didampingi Kepala BPBD Rusli, dan turut dihadiri Kapolsek Ujung mewakil Kapolres Parepare, Muhabar, S.Ag, Perwakilan Dandim, dan beberapa Kepala SKPD, yang dilaksanakan diHotel Grand Kartika, Kamis (29/8/2019).

Sekretaris Daerah Kota Parepare, H. Iwan Asaad yang mewakili Walikota Parepare mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan ini merupakan upaya Pemerintah untuk membangun budaya sadar bencana.

“Kita perlu ketahui dan memperhatikan kondisi geografis, kondisi geologis dan iklim. Setiap hari Kepala Pelaksana harus update untuk memberikan informasi terkait situasi Kota Parepare, situasi bencana yang terjadi di luar wilayah parepare. Karena menurutnya, inilah yang menjadi bagian dari kesiapsiagaan dan antisipasi dini,”papar Iwan Asaad.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah kedepan tambahnya, tidak hanya mengutamakan responsif, akan tetapi yang harus diutamakan adalah Antisipasi bencana.

“karena sehebat dan secepat bagaimana pun responsifx setelah kejadian bencana, yang terhebat itu jika mampu mendeteksi secara dini kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebelum terjadi bencana. Hanya saja, kata dia, program yang dilaksanakan oleh BPBD, harus didukung oleh SKPD-SKPD Lain,”ucapnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rusli mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi masyarakat tentang bagaimana cara untuk mengurangi resiko bencana, terutama pada saat musim kemarau ini.

“Kita lakukan sosialisasi ini, bagaimana masyarakat, siswa, dunia usaha serta aparat kelurahan, bisa sebagai penyambung lidah kami ke masyarakat tekhnis penanggulangan bencana,”ujar rusli.

Untuk diketahui, bencana di kota parepare khusus bulan agustus yang ditangani oleh BPBD, lebih dominan adanya pohon tumbang.

” Selama bulan agustus ini, sebanyak 17 kali kami turun mengevakuasi pohon tumbang akibat angin kencang. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup, terkait pohon-pohon yang sudah seharusnya dipangkas untuk mewaspadai terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,”tutupnya.

Peliput:yanti