Festival Salo Karajae 2019 Resmi Ditutup Wakil Walikota Parepare

PAREPARE, – Festival Pesisir Sungai Terbesar Di Sulawesi Selatan Atau Festifal Salo Karajae yang digelar Oleh Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, dan dibuka pada jumat 21 Oktober lalu, resmi ditutup oleh Wakil Walikota Parepare H.Pangerang Rahim, di Tonrangeng River Side Rabu (2/10/2019).

Kegiatan yang digelar selama 5 hari telah banyak menyedot perhatian masyarakat parepare maupun luar parepare, untuk mengunjungi stand-stand dan mengikuti beberapa perlombaan yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
Antusias penonton pada malam penutupan Festival Salo Karajae, yang menghadirkan Bassi Toayya dan Super DJ Asal Kota Makassar.

Plt Kepala Dinas Disporapar Parepare, Amarun Agung Hamka mengatakan, pada malam penutupan ini, kami menyuguhkan beberapa hiburan sekaligus pengumuman lomba-lomba yang digelar selama Festival berlangsung.

“Selain kita menampilkan hiburan dari Bassi Toayya, kita juga menyediakan Door Prize bagi pengunjung yang datang memakai sarung. Ini kita lakukan sebagai upaya untuk melestarikan budaya mallipa,”beber Hamka.

Sementara Wakil Walikota Parepare dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan tersebut yang telah sukses digelar pada tahun ini. Ini membuktikan bahwa Kota Parepare mempunyai Event pariwisata yang berkelas dan mempunyai nilai jual tinggi serta banyak dan layak untuk dijadikan agenda pariwisata Nasional bahkan Internasional.

“pelaksanaan Festival ini telah berlangsung sukses dan meriah, karena telah dibuktikan dengan besarnya animo masyarakat yang mengunjungi Event ini, tidak hanya Kota Parepare saja, tapi banyak juga yang berasal dari luar daerah,”Jelas Pangerang.

Kegiatan ini lanjutnya, telah sejalan dengan tekad pemerintah yang ingin menjadikan Kota Parepare sebagai kota tujuan di Sulawesi Selatan. Ini harus ditunjang dengan digelarnya berbagai event kegiatan yang menarik, yaitu kesenian budaya, serta banyaknya lomba yang diadakan dikemas begitu menarik dengan tetap menjaga budaya lokal, sehingga peserta begitu antusias untuk menampilkan yang terbaik serta menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas yang dimiliki.

“Kegiatan ini juga telah memberikan kesempatan bagi dunia usaha, para pengusaha kecil dan menengah untuk mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan. Begitupula di lokasi Salo Karajae ini yang biasanya sunyi dari aktifitas, tapi kini menjadi hidup dan ramai sehingga masyarakat sekitar juga turun merasakan manfaat dari pelaksanaan Festival ini,”tandasnya.

Pada penutupan Festival Salo karajae ini, turut dihadiri Kepala pengadilan Negeri Parepare, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Erna Rasyid Taufan, dan beberapa Pejabat Pemerintah Kota Parepare.

Peliput:Yanti