Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare Sebut Kondisi Pasien PDP Masih Normal

PAREPARE, – Pasca menerima rujukan pasien Suspect Corona dari Daerah Polman Sulawesi Barat, hinga saat ini RSUD Andi Makkasau masih merawat 2 pasien dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pemantauan).

Ditanyai soal kondisi pasien, dr.Renny menyebutkan bahwa kondisi kedua pasien tersebut masih dalam kondisi stabil dan keadaan umumnya baik.

“Pasien ini masih kami rawat dalam kategori PDP, dan belum kami pastikan apakah positif atau negatif. kami juga sudah lakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan kami sudah kirimkan, dan beberapa hari kedpan Insya Allah ada hasilnya, dan doakan hasilnya negatif,”terang Renny.

Dr Renny berharap agar warga yang mengetahui informasi yang belum pasti kebenarannya, tidak menyebarkan berita terkait pasien PDP tersebut. karena menurutnya, Informasi dari orang yang tidak bertanggung jawab, hanya akan membuat masyarakat bertambah resah,”ucap Plt RS Regional HAH ini.

Dr. Renny juga menjelaskan, sementara untuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis yang menangani dua pasien PDP tersebut, saat ini terbatas. Stok APD yang digunakan sekali pakai ini akan habis dalam dua hari kedepan.

“kami menghitung jumlah kebutuhan untuk penggunaan per pasien. Sementara saat ini ada dua pasien yang kami rawat, jadi itu mungkin bertahan sampai dua hari kedepan. Tapi itu tambahnya, saya masih menunggu stok yang akan datang, mungkin hari ini atau besok.”tandasnya.

Direktur RSAM dan Tim Medis lainnya saat ini tengah berupaya dan melakukan kewaspadaan standar untuk keselamatan pasien, petugas dan mencegah penyebaran ke masyarakat.

“Hampir seluruh Rumah Sakit menghadapi situasi seperti ini dengan banyaknya pasien ODP maupun PDP, sementara stok APD langka di pasaran. Kami telah berkoordinasi dengan Kemenkes dan Provinsi untuk pendistibusian ADP tersebut,”ujarnya.

Sementara Walikota Parepare Taufan Pawe menghimbau kepada warga untuk tidak cepat berkesimpulan bahwa pasien rujukan adalah positif Corona.

“Jangan kita berkesimpulan, bahwa begitu ada rujukan dari daerah lain langsung kita memvonis bahwa itu positif Corona, itu baru dalam fase Suspect. Di Parepare ini, kita belum bisa mengatakan positif atau negatif, karena kita mengiirm cairan lendirnya ke jakarta dalam waktu beberapa hari baru ada hasil. Tapi indikasi awal, tidak seserius yang dibayangkan, pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan darah cukup memadai. Namun ada indikator yang cukup menentukan kedua pasien tersebut, yaitu pasien rujukan polman dari Depok, dan pasien RS Fatimah dari Umroh. Ini perlu diwaspadai, tapi kami tidak mau berkesimpulan cepat. Yang jelas RSUD Andi Makkasau sangat super tanggap untuk hal itu,”tandasnya.(Yanti)