Pemkot Rilis Satu Pasien RSUD AM Positif Covid-19, Tapi Bukan Warga Parepare


PAREPARE – Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, didampingi Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim, Sekda Kota Parepare Iwan Asaad, Direktur RSUD Andi Makkasau, Kadis Kesehatan dan Wakil Direktur RSUD AM, merilis satu dari empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau (RSUD AM) dinyatakan positif virus Corona, pada Selasa 24 Maret 2020, di rumah Jabatan Walikota Parepare.

Taufan Pawe, mengatakan, berdasarkan hasil dari Litbangkes Jakarta, menetapkan satu pasien dengan nomor pasien 557 inisial Ny M (61), merupakan warga Kabupaten Pinrang tepatnya di Alitta.

“Satu pasien yang kami rawat di RSUD Andi Makkasau, dinyatakan positif Virus Corona, sesuai dengan hasil Litbangkes Jakarta, dan hasil itu baru kami terima sore tadi,”katanya.

Taufan, menjelaskan, rekam jejak dari pasien tersebut, telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang, untuk melakukan tindak lanjut termasuk karena pasien tersebut memiliki riwayat pulang dari Ibadah Umrah.

“Pasien tersebut baru saja pulang dari Ibadah umrah pada tanggal 8 maret 2020, dan kemudian baru dia mengalami gejala pada tanggal 16 maret 2020 dan sempat dirawat di RS swasta Fatimah kota Parepare, ditangani dokter internis, baru kemudian pada tanggal 17 Maret 2020, pasien itu kemudian dirujuk ke RSUD Andi Makkasau karena memiliki gejala Corona dan RSUD AM ditetapkan menjadi salah satu RS rujukan penanganan Virus Corona,”ujarnya.

Walikota berlatar belakang ilmu Hukum ini, menjelaskan, pada tahapan rujukan tersebut dia kemudian dilakukan foto rongseng dan ditemukan memang adanya kerusakan pada bagian paru, kemudian dilakukan pengambilan swap untuk kemudian dikirim ke Litbangkes Jakarta.

“Hasil itu dari rentan waktu yang ada baru kemudian kami dapat hasil, namun penanganan kami selama ini tetap sesuai dengan protokol penanganan Virus Corona yang dianjurkan Mentri Kesehatan Republik Indonesia, dan bimbingan Pemerintah Provinsi Sulsel,”jelasnya.

Langkah yang diambil saat ini, selain Koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Pinrang, kami juga koordinasi dengan RS Fatimah yang awalnya sempat dirawat di RS tersebut, termasuk riwayat tenaga medis baik perawat maupun dokter yang sempat menangani pasien tersebut.

“Termasuk yang kita akan telusuri pembesuk pasien tersebut, dan juga tenaga medis dan tenaga ambulance yang mengantar pasien itu, karena inikan ada beberapa yang telah terlibat disitu,”urai dia.