Edukasi Pemilih Pemula Dalam Pencegahan Politik Uang, Bawaslu Parepare Gelar Lomba Pidato Tingkat SMA/SMK


PAREPARE, – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 75, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Parepare menggelar Lomba pidato untuk tingkat SMA/SMK se Kota Parepare.

Lomba pidato tersebut dihadiri Komisioner Bawaslu Sulsel yang sekaligus menjadi salah seorang juri dalam perlombaan yang mengangkat tema “Partisipasi Pemilih Pemula Dalam Pencegahan Politik Uang”, berlangsung di Kantor Bawaslu Parepare, Rabu (19/8/2020).

Ketua Bawaslu Parepare Zainal Asnun mengatakan, lomba tersebut dilakukan sebagai pengawasan partisipatif agar bisa mengedukasi kepada pemilih pemula yang nantinya akan menggunakan hak pilih, tentang demokrasi.

“ini kita lakukan untuk memberi pemahaman secara tidak langsung kepada para siswa-siswi tentang bagaimana pendidikan politik, demokrasi agar bisa menghasilkan demokrasi yang sehat dan berintegritas,”Jelas Zainal.

Sementara Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Syaiful Jihad, mengapresiasi metode-metode yang dilakukan oleh Bawaslu Parepare dalam menggalakkan pendidikan politik dan pendidikan demokrasi.

“Nah, metode yang digunakan teman-teman di bawaslu parepare ini, cerdas menurut saya. Karena, kata dia, bukan mereka yang menyampaikan hali ini kepada anak-anak kita di SMA, di SMK, tpi justru mengajak mereka untuk menyampaikan kepada masyarakat melalui lomba pidato yang digelar ini. Sekaligus mereka menjadi duta-duta tentang pendidikan demokrasi dan pendidikan politik bagi msyarakat,”tandas Syaiful.

Bawaslu kota parepare, lanjut Syaiful, tentu hadir bukan hanya sekedar mengawal atau mengawasi pelaksanaan pemilu saja, tapi bagaimana mendorong kegiatan-kegiatan politik dan pendidikan demokrasi bagi masyarakat di Kota Parepare.

“Pemilu 2024 kedepan, yang akan memilih itu nantinya anak SMA Kelas 3 bahkan mungkin anak smp kelas 3 sudah bisa memilih. Nah, kalo sejak awal kita berikan mereka pemahaman tentang pendidikan politik yang baik, pendidikan demokrasi yang baik, misalnya bagaimana mereka mencegah, dan menolak politik uang serta mencegah penyebaran hoax, yang sejak awal kita tanamkan kepada mereka, maka mereka kemudian bukan hanya tersadarkan, tapi justru mereka bisa menyebarkan informasi ini di kalangan mereka,”lukasnya.

peliput:Yanti