Hasan Ginca Akan Jadikan Dinas Perdagangan Pilot Project Pemakaian Tabung Elpiji 5,5 Kg


PAREPARE, – Meski peruntukannya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, namun fakta penggunaan gas Elpiji 3kg ternyata masih banyak digunakan oleh warga yang tergolong mampu.
Bahkan, ASN di Kota Parepare sendiri masih banyak menggunakan gas bersubdsidi tersebut.

Hal tersebut mencuat, saat kegiatan pertemuan antara Dinas Perdagangan Kota Parepare dengan beberapa Agen Elpiji, dan PT Pertamina IV Sulseltra, Rabu (16/9/2020).

Salah satu Agen dari PT salma, Naya membeberkan, bahwa kelangkaan gas elpiji tidak hanya kurangnya pendistribusian dari pihak petamina. Namun fakta yang terjadi di lapangan bahwa dari 75 persen ASN di Kota Parepare, sebagian masih menggunakan gas melon.

“kalau kita pikir pendistribusian gas elpiji ini totalnya sebanyak 5.960 per hari, ini dapat mengakomodir masyarakat di Kota Parepare, apalagi didistribusikan setiap harinya. Tapi karena kita liat kondisi di lapangan penggunaan elpiji 3kg ini memang tidak digunakan oleh masyarakat kurang mampu, tapi banyaknya Pegawai Negeri yang gunakan gas ini. Seperti kita ketahui, bahwa jumlah ASN di Kota Parepare sekitar 75 persen, jadi saya rasa jika ini yang dievaluasi maka distribusi tabung elpiji 3kg di Kota Parepare itu sangat cukup,”beber Naya.

Menyikapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare Hasan Ginca akan melakukan beberapa kebijakan terkait sebagian kelangkaan disebabkan masih banyaknya ASN yang menggunakan gas subsidi tersebut dengan melakukan sidak ke beberapa rumah ASN.

“Kami akan melakukan sidak terkhusus untuk lingkup Dinas Perdagangan sendiri dan Dinas Sosial. Karena instansi ini akan dijadikan Pilot Project penggunaan gas elpiji 3 kg dengan menekankan para ASN di dua SKPD ini tidak dibenarkan lagi menggunakan gas elpiji tersebut. Itu dulu yang akan kami lakukan untuk betul-betul mengoptimalkan pengawasan gas elpiji ini,”Jelas hasan Ginca.

Hal senada juga disampaikan Sales Branch Manager Pertamina IV Sulseltra, Arnaldo Andika Putra, kita harapkan memang para PNS yang masih menggunakan gas 3kg, untuk tidak lagi menggunakan gas subsidi tersebut dan meminta mereka agar bisa beralih ke gas non subsidi.

“Terkait dengan program kami untuk para PNS agar menggunakan gas elpiji non subsidi, kita bisa mengantarkan ke rumah mereka masing-masing. Jadi mereka tidak perlu lagi datang ke outlet untuk menukarkan tabung. Mereka cukup hubungi kami melalui agen kami, atau call center 135 dan bila mereka ingin menukarkan tabung 3 kgnya akan kami tukarkan dengan elpiji bright gas yang 5,5 kg,”urainya.

Peliput:Yanti