Walikota Parepare Tegaskan Tidak Ada Penutupan Masjid Saat PPKM

PAREPARE, – Melonjaknya kasus Covid-19 beberapa hari ini membuat Pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) termasuk Kota Parepare.

Namun, Pemerintah Kota tetap melonggarkan aktivitas masyarakat dari berbagai aspek terutama aktivitas Ibadah.

Hal ini ditegaskan Walikota Parepare HM Taufan Pawe saat menggelar Konferensi Pers, di Lounge BJ Habibie, Rabu (7/7/2021).

“Saya tidak latah, saya orangnya tidak suka ikut-ikutan dengan kebijakan daerah lain. Saya akan menangani pengendalian covid-19 dengan gaya kami. Kami sudah sepakat dengan forkopimda tidak ada penutupan rumah Ibadah. Yang ada adalah kita longgarkan tapi menegakkan protokol kesehatan, yaitu masjid hanya bisa 25 persen ditempati sarana ibadah,”Ujar Taufan.

Untuk swalayan, toko, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima dan lainnya, tambah Taufan, wajib mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Melakukan aktifitas sampai dengan pukul 21.00 wita. Membatasi jumlah pengunjung dengan maksimal 25 % dari kapasitas ruangan. Sementara layanan pesan antar sampai dengan pukul 22.00 wita.

“Termasuk kafe dan restoran tidak boleh lebih 25 persen, untuk sementara. Tetapi untuk ekstrim menutup saya belum berpikir. Yang paling penting kita lakukan memberikan kesadaran bagi masyarakat berperan serta memotong mata rantai penyebaran Covid-19,”pungkasnya.(Yanti)