Akhir Tahun 2022, Pemkot Parepare Upayakan Jaga Inflasi Tetap Normal

PAREPARE, RADIO PEDULI – Angka inflasi di Kota Parepare pada bulan Nopember 2022 tercatat sebesar plus 0,22 persen.

Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan pada bulan sebelumnya sebelumnya yang sempat menurun di angka minus 0,48 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, bahwa hasil tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Parepare, Yang peningkatannya sangat baik dibanding bulan Oktober 2022.

“untuk bulan November, Alhamdulillah inflasi kita ini sangat baik 0,22% artinya dibandingkan bulan lalu inflasi kita minus 0,48%. Sekarang menjadi plus 0,22%, ini artinya ada peningkatan sedikit daya beli masyarakat, jadi pasar tidak lesu kayak kemarin itu deflasi minus 0,48%,”ungkap Prasetyo.

Lanjut Prasetyo, Tercatat, daya beli masyarakat pada dua bulan terakhir di 2022 ini, daya beli masyarakat cukup tinggi, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Upaya Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Dinas Perdagangan yang menjadi leading sektor menjaga stabilitas harga, terus dilakukan, seperti menggelar pasar murah untuk komoditas bawang merah yang harganya sempat memcapai kisaran Rp 40 ribu per kilonya.

“kami terus berupaya khususnya di bulan desember ini agar i flasi bisa kita tekan juga. Kami selalu menjaga dan melakukan pengawasan ketersediaan stok barang-barang supaya cukup untuk akhir tahun ini, termasuk melakukan pasar murah beras dan bawang merah,” jelasnya.

Kedepan kata dia, tidak hanya dilakukan pasar murah pada bahan pokok beras dan bawang merah saja, namun juga pada telur.

“Insya Allah ke depan, kami akan melakukan pasar murah telur. Ini lagi kami upayakan untuk kami menjual dengan harga sesuai dengan nilai perolehan. Jadi seperti kemarin, Kami memperoleh bawang merah sebesar Rp27 ribu, kami juga menjual 27 ribu.

Inilah upaya pemerintah untuk memfasilitasi antara para pedagang dengan masyarakat supaya tidak ada gap harga di dalam mereka inflasi, “sambungnya.(Ant)