Direktur RSUD Andi Makkasau Ingatkan Anak-anak Bahaya Isap Lem


PAREPARE, -Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau ikut andil dalam pembagian sepatu bagi anak-anak Inspirasi Sekolah Anak Pasar (ISAP) binaan Puspaga PeduliTa yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Parepare.

Pembagian sepatu bagi anak ISAP dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare HJ Erna Rasyid Taufan, dan didampingi beberapa Kepala SKPD serta Ibu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Parepare, Senin (24/8/2020).

Pada kesempatan tersebut, Renny juga menghimbau bagi anak-anak yang pernah mencoba untuk mengisap lem, agar segera ditinggalkan. Karena, kata dia penggunaan jangka pendek maupun jangka panjang memiliki efek samping yang tingkat levelnya berbeda-beda.

“Efek samping dari mengisap lem itu, dapat berbahaya bagi anak, yang dapa membuat orang nge-fly atau mabuk, bisa membuat orang mual-mual, membuat orang sesak nafas ringan hingga berat, kerusakan pada sistem syaraf dan otak, dan mudah marah-marah atau ngamuk-ngamuk tidak jelas,”himbaunya.

Jadi lanjut dia, lebih baik menghindari perbuatan tersebut dengan memanfaatkan waktu kalian untuk belajar bersama tim relawan Puspaga PeduliTa.

Peliput:Yanti

Ketua BPH UM Dorong Hadirnya Mata Kuliah Berbasis Budaya Di Semua Fakultas


PAREPARE – Pasca dilantik sebagai Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Parepare, Andi Firdaus Djollong telah merancang sejumlah program dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan pada perguruan tinggi di kota parepare tersebut.

Salah satunya dengan mendorong hadirnya Mata Kuliah (MK) berbasis budaya di semua fakultas yang ada di UMPAR.

Ketua BPH Universitas Muhammadiyah , Andi Firdaus Djollong menguraikan terobosan tersebut sebagai upaya pelestarian kearifan lokal, khususnya pada ‘Pangadereng’ masyarakat bugis yang mulai bergeser dalam tatanan hidup generasi muda saat ini.

mata kuliah yang diberi nama “Manusia Bugis”, telah diajarkan selama tiga tahun pada fakultas ekonomi universitas muhammadiyah parepare.

Firdaus Djollong berharap, melalui pembelajaran pemahaman budaya bugis di tingkat perguruan tinggi, generasi muda parepare dapat menjadi pioner dalam menjaga kultur bangsa, khususnya budaya bugis sebagai identitas dan kearifan lokal.

Peliput : SRI AYU

Ketua DEKRANASDA Parepare Lakukan Pengecekan Produk


PAREPARE – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Parepare, kembali melakukan pengecekan ketersediaan produk berciri khas kerang di pusat oleh-oleh balai ainun beberapa waktu lalu.

Mulai dari aksesoris hingga pakaian yang telah dipadupandankan dengan hiasan kerang.
Selain estetika produk, fashion berhias kerang ini juga dipastikan nyaman bagi pemakai.

Hj Erna Rasyid Taufan mengungkapkan pihaknya telah berinovasi menata lantai Satu di Balai Ainun agar menarik perhatian pengunjung.

Hj Erna Rasyid Taufan juga menambahkan jika produk olahan kerang tersebut merupakan ciri khas kota parepare. Adapun bahan baku kerang dikumpulkan dari 11 kelurahan yang berbeda di pesisir pantai.

Peliput :SRI AYU

Ikuti Zikir dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam, Pangerang Rahim Tekankan Semangat Hijrah


PAREPARE, – Wakil Walikota Parepare, H Pangerang Rahim mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan semarak HUT RI dan Tahun Baru Islam 1442H, yaitu Zikir dan Do’a untuk Indonesia Maju.

Kegiatan yang digelar oleh Majelis Anak Shaleh ini, dilakukan secara virtual bekerjasama dengan Pemerintah Kota dan Tim Penggerak PKK Kota Parepare.
Pangerang Rahim mengatakan, Momen kemerdekaan tahun ini, menekankan bagaimana memberikan rasa aman khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi yang tak kunjung usai.

“Kita harus membuktikan kemerdekaan bukanlah hal yang mudah. Kita harus bangkit meski ditengah pandemi,” terang Pangerang Rahim.
Momen HUT RI ke-75 tahun ini lanjut Pangerang Rahim bertepatan menyambut tahun baru 1 Muharram 1442 Hijriah.

Sejumlah qari/qariah nasional yang dihadirkan, seperti Andi Guli Ahmad, Firman Al Mandari, Arafah Mansyur, Muslim Bukhori, dan Agung Hayat.

Peliput:Yanti

Polres Parepare Gagalkan Peredaran Narkoba, Empat Pelaku Ditangkap


PAREPARE – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kota Parepare kembali menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu.

Saat menggelar press release, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Parepare, Budi Susanto mengungkapkan, dari hasil pengembangan kasus sabu cair atau Liquid yang digagalkan beberapa hari yang lalu, Satnarkoba berhasil mengungkap sabu dengan berat total 270,6 gram dan 4 orang tersangka.

“Pada kasus ini, barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu dengan berat total 270,6 gram serta 4 orang tersangka. Satu orang tersangka berinisial AR yang memang sudah dipantau selama sebulan,”ungkap AKBP Budi Susanto.

Sementara Kepala Satuan Narkoba Polres Parepare, AKP Suardi membeberkan, selain 1 orang tersangka berinisial A-R, Tim Satnarkoba juga berhasil mengamankan 3 tersangka lainnya, masing-masing RD (21), AH (27), dan HK (20).

Kedua tersangka yang berhasil diamankan, dua diantaranya merupakan residivis kasus begal serta curanmor, dan satu diantaranya baru saja mendapatkan akumulasi.

Peliput : yanti

Event Muharram 1442 H, Lazismu Parepare Launching Tabungan Kurban


PAREPARE – Memasuki tahun baru Hijriyah, Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah Kota Parepare menggelar Event Muharram 1442 H, di Kandang Kopi, 20 Agustus 2020.

Dalam event tersebut Lazismu melaunching tabungan kurban, untuk membantu masyarakat agar bisa berkurban dengan cara menabung sedikit demi sedikit perbulannya.

Sekretaris Lazismu Parepare, Saiful Amir menjelaskan tabungan kurban tersebut bertujuan untuk mengkordinir seluruh masyarakat, agar juga bisa merasakan nikmat berkurban pada lebaran Idul Adha nanti.

Tak hanya tabungan kurban, dalam event Muharram lazismu tersebut juga dilakukan penyerahan Indukan kambing dalam program Tani Bangkit, penyerahan dana pendampingan UMKM, Lazismu Peduli Guru dan penyerahan hadiah Lomba semarak kemerdekaan HUT RI Ke 75.

Ketua Lazismu Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan berharap agar beberapa program yang dijalankan Lazismu pada event kali ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan lebih bertambah kesyukuran serta nikmat yang diberikan oleh Allah Swt.

PDAM Parepare Bebaskan Denda Tunggakan Dan Biaya Balik Nama


PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA PAREPARE MENGELUARKAN KEBIJAKAN BARU YAKNI MEMBEBASKAN DENDA TUNGGAKAN KEPADA PARA PELANGGAN.

LANGKAH INI DILAKUKAN PDAM PAREPARE SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN DALAM MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 75, HAL TERSEBUT DIUNGKAPKAN LANGSUNG DIREKTUR PDAM PAREPARE, ANDI FIRDAUS DJOLLONG YANG DITEMUI BEBERAPA WAKTU LALU.

SELAIN PEMBEBASAN DENDA TUNGGAKAN AIR, PDAM PAREPARE JUGA MEMBERIKAN KERINGANAN DENGAN PEMBEBASAN BIAYA BALIK NAMA.

KEBIJAKAN INI MULAI DIBERLAKUKAN TEPAT PADA PERINGATAN HUT RI SENIN KEMARIN HINGGA PADA TANGGAL 17 SEPTEMBER 2020 MENDATANG.

Peliput :SRI AYU

Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad Apresiasi Program Kerja Bawaslu Kota Parepare


PAREPARE, – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad, mengapresiasi program-program kerja Bawaslu Kota Parepare.

Hal tersebut diungkapkan Syaiful Jihad saat menjadi salah seorang Juri dalam Lomba Pidato tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Bawaslu Parepare, Rabu Kemarin.

Edukasi Pemilih Pemula Dalam Pencegahan Politik Uang, Bawaslu Parepare Gelar Lomba Pidato Tingkat SMA/SMK
Menurut Syaiful Jihad, metode-metode yang dilakukan oleh Bawaslu Parepare dalam menggalakkan pendidikan politik dan pendidikan demokrasi, telah dilakukan dengan baik.

“Nah, metode yang digunakan teman-teman di bawaslu parepare ini, cerdas menurut saya. Karena, kata dia, bukan mereka yang menyampaikan hali ini kepada anak-anak kita di SMA, di SMK, tpi justru mengajak mereka untuk menyampaikan kepada masyarakat melalui lomba pidato yang digelar ini. Sekaligus mereka menjadi duta-duta tentang pendidikan demokrasi dan pendidikan politik bagi msyarakat,”tandas Syaiful.

Bawaslu kota parepare, lanjut Syaiful, tentu hadir bukan hanya sekedar mengawal atau mengawasi pelaksanaan pemilu saja, tapi bagaimana mendorong kegiatan-kegiatan politik dan pendidikan demokrasi bagi masyarakat di Kota Parepare.

“Pemilu 2024 kedepan, yang akan memilih itu nantinya anak SMA Kelas 3 bahkan mungkin anak smp kelas 3 sudah bisa memilih. Nah, kalo sejak awal kita berikan mereka pemahaman tentang pendidikan politik yang baik, pendidikan demokrasi yang baik, misalnya bagaimana mereka mencegah, dan menolak politik uang serta mencegah penyebaran hoax, yang sejak awal kita tanamkan kepada mereka, maka mereka kemudian bukan hanya tersadarkan, tapi justru mereka bisa menyebarkan informasi ini di kalangan mereka,”lukasnya.

Peliput:Yanti

Semarakkan HUT RI dan Tahun Baru Islam, Parepare Gelar Zikir dan Doa Bersama


Meskipun peringatan HUT RI ke-75 dan tahun baru Islam 1442 H dilakukan secara berbeda saat pandemi Corona, namun Majelis Anak Shaleh (MAS) Parepare berkolaborasi Pemerintah Kota Parepare, PKK yang didukung sejumlah organisasi, sukses menyemarakkan perayaan tahunan ini, meskipun dilakukan secara virtual, Rabu, (19/8/2020), malam.

Ketua MAS Parepare, Dr. Muhammad Saleh menguraikan, zikir dan doa anak negeri yang dilakukan secara virtual itu bertemakan “Indonesia Tanah Airku, Islam Agamaku, Aman dan Makmur Cita-citaku”.

Kegiatan yang disiarkan secara live di TV Peduli ini kata dia, juga menghadirkan ustad Syam, salah seorang Dai kondang, pengisi acara “Islam Itu Indah” pada salah satu TV nasional.

“Kami hadirkan beliau (ustad Syam) membawakan tausiah secara virtual, lalu kita juga adakan parade tilawah yang dilantunkan sejumlah qari dan qariah nasional dan internasional,” papar Muhammad Saleh yang diketahui merupakan Wakil Rektor IAIN Parepare ini.

Pembina MAS yang juga Ketua PKK Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan berharap, kegiatan yang menghadirkan qari dan qariah nasional, internasional ini dapat menjadi pendorong semangat cinta alquran bagi para siswa, guru dan orangtua yang ikut serta dalam zikir dan doa anak negeri itu.

“Semoga keberkahan segera turun ke Parepare karena Allah menjanjikan jika suatu penduduk beriman maka Allah akan turunkan keberkahannya di negeri itu, sesuai dengan tema kita menjadikan Indonesia kita semakin maju,” ujar Erna Rasyid Taufan.

Dalam sambutannya, Erna tak banyak basa-basi, seperti biasa sambutan dilakukan berciri khas dakwah, hingga melantunkan sejumlah ayat dalam Surah Al Baqarah.

HUT Pramuka, Erna Rasyid Taufan Ulas Kisah Haru Saat Duduk di Bangku SMP


Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare l, Hj Erna Rasyid Taufan berbagi kisah pengalaman haru tentang kepramukaan saat dirinya masih duduk di bangku SMP.
Setiap memperingati Hari Pramuka yang rutin dilakukan Gerakan Pramuka Kwartir cabang Parepare yang jatuh pada tanggal 18 Agustus, Erna mengaku terharu dan sedih lantaran pengalaman hidup yang di baliknya menuai hikmah besar dalam diri Erna Rasyid Taufan.

Saat itu, tepatnya tahun 1981 sila. Ia merupakan siswa yang aktif dalam organisasi kepramukaan. Karena kepiawaian di bidang Pramuka, siswa yang dikenal vokal ini terpilih sebagai salah satu di antara tiga orang siswa SMP Negeri 1 Bantimurung yang akan mengikuti Jambore Nasional di Jakarta.

Siapa yang tidak ingin ke Jakarta, Ibukota Republik Indonesia yang menjadi incaran semua pelajar.
Dengan persiapan yang matang, Erna Rasyid bersama dua orang temannya yang lulus, Ramli AT (Ketua Osis SMP Negeri 1 Bantimurung) dan Murtini telah siap berangkat Jambore, namun Tuhan berkehendak lain, meski dengan persiapan bahkan hingga pakaian telah siap, namun Erna tidak mendapat izin dari Ayahnya yang berprofesi sebaga TNI kala itu.

“Saat itu saya masih SMP Kelas 2 dan ikut organisasi Pramuka. Setiap Sabtu, Minggu saya mengikuti kegiatan-kegiatan kepramukaan dan saya semakin bebas kalau Bapak tugas ke luar kota karena Bapak biasa tugas ke Irian atau ke Timur-timur. Namun karena beliau tidak tahu perkembangan, setelah kembali dari tugas, beliau tidak mengizinkan saya untuk mengikuti Jambore, padahal waktu keberangkatan sisa 2 hari,”kisah Erna, terenyuh.

Meskipun sebagai kebanggaan berhasil menyisihkan puluhan siswa yang mengikuti seleksi ikut jambore itu, ia harus merelakan mimpinya menginjakkan kaki ke Ibukota.
“Saat itu kalau mau ke Jakarta adalah suatu prestasi dan kebanggaan tersendiri, namun tiba-tiba Bapak saya pulang 2 hari sebelum berangkat Jambore, padahal perlengkapan lambang-lambang di salempang sudah siap, dan saya tidak diizinkan. Alasannya anak perempuan. Kata Bapak, nanti beliau yang bawa saya ke Jakarta,” imbuh Erna, melanjutkan kisahnya.

Kisah itulah yang membuat Istri Walikota Parepare ini merasakan haru setiap momentum peringatan Hari Pramuka setiap tahunnya.
“Ada pelajaran besar dan hikmah yang saya peroleh dari larangan Bapak, bahwa walaupun kita sudah mau telan makanan namun jika itu bukan rezeki kita, maka makanan itu tidak akan tertelan,” ulas Erna Rasyid Taufan yang diketahui menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Maros ini. (*)