DPRD Parepare Minta Pencegahan Covid-19 Sesuai Standar WHO di Pelabuhan Nusantara


Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Rudy Nadjamuddin meminta PT Pelindo IV Parepare berbenah.

Dia menyarankan, pencegahan covid-19 di Pelabuhan sesuai standar WHO.
Hal itu diungkapkan saat ditemui di Ruang Komisi III DPRD Parepare, Senin (30/3).

Rudi mengatakan, sepatutnya pelabuhan disterilkan. Sudah semestinya ditutup. Sebab, banyaknya orang asing membuat di Pelabuhan sangat rentan terinfeksi Covid-19.

Apalagi, banyak buruh yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan dalam bekerja. Tidak sesuai standar WHO.

Kondisi tersebut membuatnya geram. Bahkan, ia merekomendasikan agar GM Pelindo segera diganti.

Peliput:Nurfadila Wahid

Pemkot Parepare Keluarkan Surat Edaran Tutup Sementara Pasar Senggol Kecuali Kebutuhan Pangan


PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengeluarkan Surat edaran dengan nomor 130.7/66/Hkm. Di poin tujuh Surat edaran tersebut, diinstruksikan untuk membatasi aktivitas pasar malam (Senggol). Yang dibolehkan hanya untuk penjualan kebutuhan pangan.

Kepala UPTD Pengelolaan Pasar, Hj Cica Djamaluddin, mengatakan, surat edaran tersebut telah diketahui para pedagang.
Penutupan pasar kering di pasar Senggol itu sebagai antisipasi penyebaran covid-19. Apalagi, pasien PDP yang dirawat di RSAM semakin meningkat.

Cica menyebutkan, pihaknya saat ini memikirkan langkah yang ditempuh untuk menyelamatkan nasib para pedagang.

Kata Cica, para pedagang menginginkan agar pasar Senggol sedianya dioperasikan pagi hingga sore hari. Cica mengaku, masalah tersebut sementara dibicarakan di lingkup Pemerintah Kota Parepare.

Peliput:Nurfadila Wahid

PAFI Parepare Buka Posko Waspada Covid-19


Untuk membantu masyakat dalam melawan penyabaran virus corona ,persatuan ahli farmasi indonesia kota parepare, membuka posko waspada covid-19 di jalan jenderal ahmad yani, kelurahan ujung baru, kecamatan soreang.

Posko waspada covid-19 yang di prakasai oleh para anggota dari persatuan ahli farmasi indonesia kota parepare ini, membantu masyarakat dalam pecegahan penyebaran virus corona, selain itu posko ini menyediakan jamu untuk para warga yang datang dan meberihkan desinfektan.

Armanto penanggug jawab dari posko ini menyediakan beberapa kebutuhan masyarakat mulai dari jamu yang merupakan minuman herbal, serta desinfektan sebagai kebutuhkan warga dalam menangkal virus corona ini.

Bagi warga yang ingin mendapatkan barang tersebut, pihaknya membuka pendaftaran online hal tersebut untuk menjalankan social distance dan berkumpulnya warga. Sehingga dalam sehari mereka hanya memanggil 40 sampai 50 orang.

Sementara itu armanto juga mengatakan bahwa sumber dana berasal dari teman teman yang tergabung dalam persatuan ahli farmasi indonesia kota parepare yang bersukarela untuk pembagian jamu, cairan desinfektan, dan kedepannya bakalan disediakan hand sanitizer untuk para warga juga.

Peliput: Erwin

Cegah penyebaran covid 19, kecamatan ujung sidak tempat keramaian


PAREPARE – Antisipasi penyebaran virus corona di wilayahnya, pemerintah kecamatan ujung turun langsung mensidak beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian diwilayahnya, turun bersama pihak puskesmas serta anggota polres parepare dan jajaran tni dari kodim 1405 malusetasi, camat ujung andi ulfa lanto melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko, apotek, supermarket dan pasar tradisional.

Sidak dilakukan untuk memastikan para pemilik toko maupun sepermarket patuh dengan himbauan yang dikeluarkan pemerintah terhapat penaganan penyabaran virus corona.

Ulfa menegaskan bahwa, pihak turun untuk mengsosialisaskan himbauan yang telah ditetapkan pemerintah dalam memutus mata rantai penyabaran virus corona.

Namun lagi lagi masih ada beberapa pihak swalayan maupun supermarket, yang tidak menyadari tentang penanganan penyabaran virus corona tesebut.

Peliput: Erwin

ODP Parepare Bertambah Hingga 122 Orang


Parepare – Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, terus melakukan pemantauan terhadap progres penanganan dan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota Parepare, salah satu bentuk komitmen pemutusan penyebaran virus tersebut, dengan memberlakukan perluasan jumlah orang yang dicurigai dengan menetapkan sebagai ODP.

Terungkap melalui Video Conference bersama dengan Forkopimda Sulsel dan 24 Kepala Daerah di Sulawesi Selatan, Walikota Parepare, Taufan Pawe melaporkan kepada Gubernur Sulsel sebanyak 122 Orang dalam Pemantauan (ODP) yang ada di Kota Parepare.

Dari catatan tersebut, kata Taufan Pawe, mereka merupakan orang yang tengah melakukan perjalanan di daerah yang tercatat sebagai lokasi zona merah penyebaran Covid-19.

“Saat ini kami terus melakukan peningkatan dari sebelumnya ada sebanyak 64 ODP kini menjadi 122 ODP, dan mereka dipantau karena telah melakukan perjalanan pada lokasi zona merah penyebaran Covid-19,”terangnya.

Selain itu, jelas Taufan Pawe, pihaknya juga mencatat kondisi Pasien Dalam Pengawasan di Kota Parepare sendiri masih berjumlah 3 orang, sementara Positif yang terus ditangani sebanyak 1 orang.

“Sampai saat ini kondisi PDP kita masih dalam kondisi normal, sementara pasien yang dinyatakan terinfeksi juga terus menampakkan posisi yang semakin membaik,”jelas Mantan Pengacara tersebut.

Pada kesempatan yang sama, dirinya juga mengatur kan terima kasihnya kepada Forkompinda Provinsi Sulsel, karena selama ini peran aparat Kepolisian, TNI dan Kejaksaan turut serta dalam membantu dalam mengimbau masyarakat Kota Parepare tentang bahaya Penyebaran virus tersebut.

“Terima kasih kepada TNI, Polri, dan Kejaksaan atas pastisipasinya dalam mengimbau warga Kota Parepare agar terhindar dari penyebaran dan menjadi kurir atas penyebaran virus tersebut,”urainya.

Lagi-lagi didepan Gubernur dan Forkompinda melalui video teleconference tersebut, meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memberikan dukungan dalam bentuk Alat Pelindung Diri dan juga kebutuhan obat di RSUD Andi Makkasau.

“Kondisi APD kita saat ini masih memprihatinkan dan juga kebutuhan obat kami sangat terbatas, maka kemudian kami sangat berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulsel, untuk menjadi acuan ke Pemerintah Pusat,”urai Ketua DPD Ormas MKGR Sulsel ini.

Sekedar diketahui berdasarkan dengan laporan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menetapkan jika satu pasien yang merupakan rujukan dari RSUD sejak Pukul 16.00 Kamis 26 Maret 2020 Kemarin telah diumumkan satu pasien lagi terdampak virus tersebut.

Menurut keterangan dari Humas RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, pasien tersebut merupakan rujukan dari Kabupaten Sidrap, berusia 70 tahun, dan tengah mengikuti tahapan isolasi dan pengobatan di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.

Antisipasi Pasien Covid-19, RS dr. Sumantri Parepare Siapkan Tenda Isolasi


Menyikapi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Khususnya di kota Parepare, Rumah Sakit dr Sumantri bersiaga dengan cara mendirikan tenda isolasi (Covid 19).

Kepala Rumah Sakit Tk IV dr. Sumantri Kota Parepare, Mayor drg Hengki Yudhana Sp.KG mengatakan meski Rumah sakit Sumantri bukan Rujukan, namun tetap berjaga jaga membantu pemerintah menangani Covid-19.

Menurutnya tenda tersebut lengkap dengan peralatan 10 tempat tidur serta sarana pendukung lainnya, yang didirikan di Lapangan indoor tennis rumah sakit. Tak hanya itu lanjutnya juga disiapkan tim satgaskes dalam hal ini tim medis dokter ahli, perawat, dan obat-obatan, hanya APD (alat perlindungan diri) yang masih sementara dalam perjalanan untuk memaksimalkan kelengkapan dari tenda isolasi darurat tersebut.

Hengki mengimbau kepada masyarakat Parepare untuk selalu waspada serta adakan antisipasi, pencegahan sebelum terjadi, tidak panik, segera periksakan ke rumah sakit terdekat bila merasaka terjadi gejala Covid-19 dan melaporkannya.

Peliput:Nurfadila Wahid

Mulai Hari Ini, Kemenag Parepare Berlakukan Work From Home


Mulai hari ini ASN Kemenag Kota Parepare mulai bekerja dari rumah. Meski begitu, ASN juga harus siap jika dalam keadaan mendesak mendapatkan tugas melaksanakan pelayanan publik yang tidak bisa dilakukan secara dalam jaringan atau online, seperti pencatatan nikah dan lainnya.

Kepala Kemenag Parepare, H Abdul Gaffar menjelaskan Pemberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) ini tertuang dalam Surat edaran Menteri Agama Nomor 4 tahun 2020 tertanggal 24 Maret 2020, tentang Perubahan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Kementerian Agama.

Menindaklanjuti hal tersebut, Seluruh pegawai Kemenag Kota Parepare diperintahkan untuk bekerja dari rumah atau tempat tinggal mulai tanggal 26-31 Maret 2020, namun untuk petugas keamanan tetap melaksanakan tugas secara bergiliran dan memperhatikan protap pengamanan optimal.

Hari ini, menurutnya Kemenag Kota Parepare telah memberlakukan ceklok sistem online, dan mengimbau KUA dan Penyelenggaraan Haji agar pelayanan nya tetap berjalan dengan sistem sosial distancing, memanfaatkan teknologi informasi dalam melaksanakan koordinasi antar unit.

Abdul Gaffar menambahkan selama pelaksanaan bekerja dari rumah semua jenjang jabatan agar memastikan seluruh layanan publik dan administrasi kantor tetap dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat/pengguna layanan, memperhatikan skema pelayanan publik.

Peliput:Nurfadila Wahid

UN 2020 Resmi Dibatalkan, Penentu Kelulusan Dari Nilai Akhir Semester


Ujian nasional (UN) tahun 2020 resmi dibatalkan mengingat wabah corona di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas dengan pembahasan UN beberapa hari yang lalu melalui video conference.

Menurutnya keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat. Sistem respons Covid-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat, daya tahan sosial, dan dunia usaha. Pembatalan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus corona SARS 2 atau Covid.

Kadis Pendidikan Parepare, Arifuddin Idris menanggapi hal tersebut, menurutnya ketentua itu juga diterapkan di Parepare berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Menurutnya penentuan Kelulusan siswa nantinya diambil dari nilai akhir semester, ujian sekolah nilai rapor dan prestasi.

Peliput:Nurfadila Wahid

Taufan Pawe : Kami Minta Direktur Untuk Perhatikan Tenaga Medis Yang Tangani Covid-19


Parepare – Kepedulian tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani Pasien yang positif dan juga berstatus PDP kasus Virus Corona (Covid-19), menjadi penilain tersendiri bagi Walikota Parepare, terhadap tenaga medis yang ada di Kota Parepare, yang tetap serius dan berjiwa besar untuk menjadi garda terdepan menangani virus tersebut.

Dirinya sendiri berjanji tidak hanya akan berpangku tangan melihat kondisi tersebut, dan bahkan berjanji akan berfikir dan bagaimana memberikan reward kepada mereka sebagai bentuk kepedulian mereka dengan komitmen untuk berperang melawan virus tersebut.

Namun dirinya juga mengaku telah menitipkan pesan besar kepada Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau (RSUD AM), untuk memberikan perhatian khusus terhadap tenaga medis yang bertugas untuk penanganan penyakit tersebut.

“Saya telah menitipkan harapan besar kepada Direktur untuk memperhatikan segala kebutuhan tenaga medis yang bertugas khusus dalam penanganan Virus Corona ini, karena mereka-mereka ini bagian dari garda terdepan untuk memerangi virus tersebut,”kata Taufan Pawe, Walikota Parepare.

Walikota dua periode ini, berjanji akan memberikan reward kepada mereka karena telah ikhlas dan tulus bekerja, walaupun sebenarnya yang mereka lakukan itu bagian dari membahayakan diri mereka.

“Apa yang mereka lakukan ini Insya Allah menjadi amal ibadah bagi mereka, dan semoga menjadi berkah tersendiri bagi mereka-mereka tenaga medis kita,”ucapnya.

Diapun tidak luput mengatur kan terima kasihnya kepada para tenaga yang telah ikhlas dan tawakkal menghadapi virus tersebut. “Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi kita semua yang telah komitmen dalam melaksanakan tugas kemanusiaan ini, terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya dari kami warga Parepare,”ungkap Taufan.

Taufan Pawe Ungkap Pasien Yang Positif Covid-19 di Parepare Lebih Agresif Dari Tiga Pasien Lain


PAREPARE – Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, menceritakan terkait kondisi pasien 557 (61) yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) dan tengah melalui tahapan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau (RSUD AM), Kota Parepare sejak tanggal 17 Maret 2020 hingga sekarang.

HM Taufan Pawe, menjelaskan, dari empat pasien dalam pengawasan yang dirawat, pasien 557 ini paling aktif dari ketiga pasien lainnya, bahkan pasien tersebut selalu memesan makanan, pisang goreng, Teh dan susu, kepada perawat yang bertugas di ruang isolasi tersebut.

“Bahkan sesekali pasien tersebut memberontak dan mencabut jarum empus dan hendak keluar dari euang isolasi tersebut, sehingga jika dilihat dari kondisi pasien dia sama sekali tidak memberikan tanda-tanda yang serius,”ujarnya.

Namun lanjut Taufan, pada awal diagnosa pasien tersebut, memang ditemukan adanya hasil foto rongsen paru-paru pasien yang diduga mengandung penyakit paru-paru basah, pada tanggak 17, dan terus mengalami kemerosotan pada bagian paru-paru sampai hari ini.
“Terakhir kami periksakan pada 23 (kemarin red) memang mengalami kemerosotan dan bahkan menampakkan kondisi yang buruk pada bagian paru-paru,”ucap dia.

Hanya saja kata Taufan, pada bagian lainnya tetap mengalami kondisi yang normal, bahkan hasil pemeriksaan leukosit pada tanggal 17 yang lalu berada pada angka 5.400, dan pada tanggal 23 kami periksa mengalami peningkatan menjadi 6.940.

“Memang leukosit ini jika terjadi infeksi maka akan mengalami peningkatan disitulah ciri-ciri terjadinya infeksi dalam tubuh pasien tersebut, hanya saja pada pemeriksaan tensi pasien dia mengalami pada posisi normal yakni berada oada angka 140/80, suhu tubuhnya berada pada 36,4°c, nadinya 74 itu normal, pernapasan disini yang mengalami kenaikan yang semestinya normalnya pada 22 namun pada pasien itu ada diangka 24, saturasi berada pada kisaran 94 yang mana untuk normalnya ada pada 94-100,”jelasnya.

Diapun tidak menampik jika kondisi pasien tersebut dua hari terakhir ini mengalami kondisi yang membaik, dan bahkan suhu tubuh mengalami peningkatan yang semakin baik. “Suhu tubuh pasien ini selama dua hari terakhir memang terus mengalami penurunan,”kata Mantan Pengacara Ternama ini.