Selama 14 Hari Dinkes Bakal Disiagakan Pantau Aktifitas Pelabuhan


PAREPARE – Walikota Parepare, didampingi Wawali, Sekda, Kadis Kesehatan, Direktur RSUD Andi Makkasau, serta pejabat struktural lainnya, mengunjungi Pelabuhan Nusantara Kota Parepare, dalam rangka melakukan pemantauan aktifitas yang ada di Pelabuhan tersebut, serta sistem pencegahan adanya penumpang yang masuk diduga terinfeksi virus Corona (Covid-19), Senin 16 Maret 2020.
Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, mengatakan, kehadiran di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare, untuk meninjau langsung kondisi dan aktifitas serta langkah pencegahan yang dilakukan otoritas kesehatan pelabuhan dalam melakukan deteksi dini penyebaran virus corona (Covid-19).
“Kami tindak lanjuti terkait adanya edaran Gubernur Sulsel bagaimana tidak ada aktifitas mengumpulkan orang dalam waktu 14 hari kedepan, dan kita sadar di Pelabuhan ini sendiri bukan hanya ratusan tapi ribuan orang kumpul dan berinteraksi, makanya kita langsung datang kesini untuk melihat sistem pencegahan,”katanya.
Taufan, menuturkan, setelah kita menanyakan terkait metodologi yang mereka gunakan, dan kita melihat jika ada hal yang perlu kemudian untuk mendapatkan support dari Pemerintah, maka kemudian secara lisan saya langsung perintahkan kepada dinas Kesehatan, untuk bertindak dan juga mengambil alih proses tersebut.
“Kita tidak mau kecolongan persoalan ini maka kemudian saya menekankan jika melihat dari penjelasan otoritas kesehatan di Pelabuhan ini, saya fikir butuh tindakan representatif dari Dinkes Kota Parepare, maka kemudian kami akan langsung teruskan hal tersebut, dan kami minta untuk diinterpensi, dan dibantu persoalan kebutuhan alat, demi menjaga Kota kita tetap dalam kondisi yang normal dari virus tersebut,”urainya.
Politikus Partai Golkar ini, menjelaskan, selama 14 hari kedepan setiap aktifitas pelabuhan akan dikawal dengan baik, dan terpenting bagaimana melakukan pemeriksaan dengan sebaik-baiknya.
“Kami juga meminta dukungan dari Pelindo agar ini tidak dibiarkan begitu lewat tapi harus melalui penanganan serius, dan kami minta semua aktifitas dilaporkan khususnya aktifitas sandar dan masuknya kapal, dan tidak boleh keluar tanpa mendapatkan penanganan,”tegasnya. (*)