Wali Kota Parepare Apresiasi Cara Kodim Menyambut Kemerdekaan

Parepare — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengapresiasi semangat jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1405/Mallusetasi (Mlts) dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 tahun, dengan melaksanakan lomba adzan dan melukis jenjang pendidikan SMP sederajat, di Makodim, Rabu (15/8/2018).

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe yang hadir pada kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas semangat TNI dan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.

“Beragam lomba yang digelar Kodim 1405/Mlts, patut mendapat apresiasi dari pemerintah. Lomba ini dapat menumbuhkan kecintaan kita pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara lomba adzan, dapat menumbuhkan keimanan dalam menyambut kemerdekaan,” jelas Walikota bergelar doktor hukum itu.

Komandan Kodim (Dandim) 1405/Mlts, Letkol Ard K. Adi Hamsyah, mengatakan, lomba melukis dan adzan dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkembangkan dan membangkitkan rasa nasionalisme anak-anak generasi penerus bangsa.

“Tema yang kita angkat saat ini yaitu ‘Kemanunggalan TNI dan Rakyat’. Sejak dini, para generasi kita kenalkan dan bekali ilmu agama dan seni, agar dapat menjadi penerus bangsa yang diharapkan,” ujarnya.

Kukuhkan Calon Paskibraka, Ini Pesan Wali Kota Parepare

Parepare – Wali Kota Parepare HM. Taufan Pawe mengukuhkan 70 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kota Parepare, di Lapangan Tennis Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (15/08/2018).

Taufan mengatakan, para calon Paskibraka merupakan sosok pilihan yang akan mengibarkan bendera pusaka, pada detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus mendatang, untuk tingkat Parepare.

“Anak-anak ku yang saya cintai, ini merupakan momen berharga, dan sejarah dalam hidup kalian. Saya atas nama Pemerintah Kota Parepare, mengucapkan semua yang terpilih menjadi anggota Paskibraka, dan terima kasih kepada pembina, pembimbing dan pelatih yang telah berjuang menghasilkan Paskibraka yang berkualitas,” paparnya.

Taufan juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua Paskibraka, yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anaknya untuk tetap mengikuti proses yang ada.

“Saya berharap kalian dapat melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya. Kita berdoa supaya tugas mulia tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Karena, ke depannya kalian akan menjadi ujung tombak kesatuan bangsa,” katanya.

Menurut Taufan, Paskibra bukan hanya pengibar, namun dapat memperlihatkan keteladanan yang berprestasi, menjunjung tinggi nasionalisme dan patriotisme. Amanah yang diemban, jelasnya, diharapkan dapat dilaksanakan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab.

Sebagai anggota Paskibraka, lanjut Ketua DPD II Partai Golkar Parepare tersebut, ini merupakan kepercayaan dan kehormatan tersendiri, karena tidak semua dapat memperoleh kesempatan tersebut.

“Ke depannya kalian mempersiapkan diri untuk menjadi putra-putri terbaik bangsa. Oleh karena itu, selamat kepada yang telah terpilih, selamat bertugas dan sukses dalam pengibaran hingga penurunan bendera,” pungkasnya

Taufan Pawe Kukuhkan Paskibra Kota Parepare

PAREPARE — Wali Kota Parepare DR. HM Taufan Pawe mengukuhkan calon peserta pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Tingkat Kota Tahun 2018, di Lapangan Tenis Indoor Rumah Jabatan Wali Kota Parepare. Rabu 15 Agustus 2018.

HM Taufan Pawe di depan Calon Paskibraka dan orang tua Calon Paskibraka mengimbau kepada seluruh anggota Paskibraka, agar menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa.

“Saya berpesan, agar mempertahankan kedekatan, persaudaraan dan kekompakan kalian, utamanya saat melangkah maju, menapaki perjalanan karier menuju masa depan,” ujarnya, Rabu (15/8/2018).

Menurut Taufan, paskibraka bukan hanya pasukan pengibar dan penurunan bendera. Ini wujud kemampuan peserta yang mampu menunjukkan keteladanan sebagai pelajar yang berprestasi, berdisiplin dan bermoral, serta memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

“Keikutsertaan menjadi anggota Paskibraka, merupakan upaya menanamkan kedisiplinan, semangat kebangsaan, patriotisme serta rasa nasionalisme. Ini merupakan kepercayaan dan kehormatan tersendiri bagi paskibraka,” katanya.

Taufan menekankan, membangun bangsa tidak hanya dibutuhkan kecerdasan, tetapi nasionalisme dan patriotisme juga sangat penting.

“Hal ini yang mesti diproteksi terhadap generasi kita sebagai penerima tongkat estafet, dalam membangun bangsa ini nantinya,” jelasnya.

Berkunjung ke Pasar Sumpang, Wali Kota Parepare disambut Hangat

PAREPARE_ kehadiran Wali Kota Parepare DR.HM Taufan Pawe ke Pasar Rakyat Sumpang Minangae mendapatkan sambutan Hangat dari para pedagang yang hari ini sudah mulai menggelar lapak dagangannya.

Kedatangannya bersama Ketua Tim Penggerak PKK dan didampingi Komandan Kodim Serta Kepala Kejari langsung mendapatkan sambutan hangat.Tidak sedikit yang ingin berjabat tangan atau berswafoto dengan Wali Kota yang bergelar Doktor Hukum ini.

Salah seorang pedagang, H. Hamka di depan Wali Kota saat didambangi mengaku, sangat bersyukur dan bahagia karena dapat menempati pasar untuk mencari rezeki, dengan kondisi yang jauh lebih baik dari sebelumnya yang terbebas dari kesan kumuh.

“Sekarang sudah nyaman dan bersih pak Wali. Sudah lebih berkelas, cuma kita berharap mudah-mudahan tidak ada yang menjual di luar area pasar. Supaya, para pembeli masuk ke dalam pasar untuk mencari kebutuhannya,” tandasnya.

Usai melakukan kunjungan dan melakukan diskusi dengan beberapa pedagang, Taufan Pawe dalam sambutannya mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu, para pedagang menjual dalam kondisi kurang baik. Namun, kata dia, setelah dilakukan pembangunan ulang, hasilnya sudah dapat dinikmati para pedagang maupun pembeli.

“Berkat doa dan dukungan kita semua, kita memperoleh dana untuk pembangunan dari pusat. Oleh karena itu, kita berkomitmen menjadikan Pasar Sumpang ini menjadi salah satu pasar terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Taufan meminta kepada Kerukunan Keluarga Pedagang (KKP) Pasar Sumpang untuk menerapkan 3K yakni, kenyamanan, kebersihan dan keamanan. Hal itu, paparnya, supaya pembeli dan penjual nyaman, pasar senantiasa dalam kondisi bersih dan sehat, serta para pedagang merasa tenang karena barang dagangan dalam kondisi aman.

“Di pasar ini juga sudah diterapkan Tertib Ukur, di mana para pedagang berlaku jujur dalam menggunakan alat timbangan, sehingga tidak merugikan pembeli,” ujarnya.

Untuk lebih memaksimalkan perputaran perekonomian di Pasar Sumpang, Taufan berencana dan menyarankan untuk dibuka pada malam hari dan setiap hari. Hanya saja, katanya, itu tergantung kesepakatan KKP apakah bersedia atau tidak.

“Saya yakin kita akan bisa menikmati pasar ini selamanya, tidak boleh ada yang melakukan pungutan, yang ada cuma retribusi. Untuk peresmiannya, nantinya akan dilakukan oleh Kementerian. Jadi, mari bersama-sama merawat dan menjaga pasar kita ini,” terangnya.

Pasar Sumpang Mulai Beroperasi, Pemkot Terapkan 3K

PAREPARE – Pasar Rakyat Sumpang Minangae hari ini resmi mulai beroperasi setelah beberapa bulan dilakukan perbaikan dan pembenahan. Rabu, 15 Agustus 2018
Dimulainya pemanfaatan pasar sumpang Minangae dikatakan Wali Kota Parepare harus menerapkan 3K yang diantaranya Keamanan, Kenyamanan dan Kebersihan.

“Saya memberikan ijin penggunaan pasar sumpang dengan syarat harus memenuhi dan menerapkan 3K. Apa itu 3K, keamanan, kenyamanan dan kebersihan,” jelas Taufan Taufan mengharapkan pasar sumpang Minangae nantinya dapat menjadi pasar rakyat terbaik.
Model dan konsep Sumpang Minangae sendiri dikatakan Taufan Pawe diadopsi dari pasar tradisional di Bali, yaitu pasar Sindu.

Taufan menguraikan, Kenyamanan berarti, pedagang maupun pembeli yang ada di pasar rakyat Sumpang Minangae mesti mendapat pelayanan yang baik, sehingga berbuah kenyamanan bagi kedua belah pihak. “Begitu juga dengan Kebersihan pasar, mesti ada keterlibatan semua sektor yang terlibat. Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat, utamanya pedagang dan pembeli yang ada di sana,” ujarnya.

Selain itu, keamanan pasar juga menjadi keutamaan Pemkot menghadirkan pasar rakyat Sumpang Minangae. “Jadi jangan takut barang dagangannya hilang, karena kita tugaskan keamanan untuk menjaga barang jualan para pedagang,” katanya.
Peresmian Pasar sumpang Minangae selain dihadiri Wali Kota Parepare juga di hadiri Dandim 1405 Mallusetasi, Kepala Kejari, Ketua PKK dan Penjabat Sekda Kota Parepare.

Wujudkan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap Lewat RPJMD

Parepare_Pemkot Parepare mulai membahas perumusan naskah akademik (teknokratik) rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019-2023. Kegiatan digelar di Hotel Kenari, Selasa (14/08/2018).

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe berharap perumusan teknokratik RPJMD ini mesti empiris dan faktual. Rencana pembangunan 5 tahun kedepan juga mesti fokus pada potensi ekonomi daerah. Dengan fokusnya ke sektor industri sektor jasa.

“Seperti jasa kesehatan, pendidikan, pariwisata dan sebagainya. Ini untuk mewujudkan Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap,” ungkapnya, Selasa (14/08/2018).

Kata dia, dengan sumber daya alam (SDA) Parepare yang minim, sektor jasa menjadi potensi andalan sebagai penggerak utama ekonomi. Dengan posisi Parepare didukung Pelabuhan, daerah perlintasan, ini sangat mendukung. Dengan menarik semakin banyak pengunjung ke Parepare.

“Ini sesuai dengan teori telapak kaki yang sering saya sampaikan. Semakin banyak telapak kaki yang datang atau orang yang berkunjung ke Parepare, maka akan semakin banyak sumber-sumber ekonomi baru yang tercipta,” bebernya.

Penjabat (Pj) Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad mengatakan RPJMD 2019-2023 tentu mengacu pada misi pembangunan jangka panjang hingga 2025. Seperti mengembangkan penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan, mengembangkan ekonomi kerakyatan, tata kelola pemerintahan yang baik dan sebagainya.

“Rentetan pembangunan ini sudah berjalan. Seperti 2015 sebagai tahun kinerja, 2016 sebagai tahun inovasi dan mulai tahun 2017 sebagai tahun kompetisi,” bebernya.

TP : IBI Berkontribusi Besar Bagi Pembangunan Kota Parepare

PAREPARE_ Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe (TP) saat membuka seminar sehari yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyampaikan peran IBI dalam pembangunan Kota Parepare sangat besar.

“IBI merupakan salah satu organisasi yang besar di Parepare, dan telah berkontribusi banyak bagi dunia kesehatan di Parepare,” jelas Taufan di depan peserta seminar.

Seminar yang digelar di Gedung Barugae Rumah Jabatan Wali Kota Parepare dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) IBI yang ke-67. Senin 6 Agustus 2018.

Kegiatan yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Parepare, Hj. Ernawati Rasyid Taufan, Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Muh. Yamin, serta puluhan pengurus IBI Cabang Parepare mengangkat tema Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Neotonal Melalui GERMAS dan Pelayanan Berkualitas.

Taufan mengatakan, pihaknya mengapresiasi seminar tersebut, dalam rangka peningkatan kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) para bidan, khususnya yang tergabung dalam IBI.

“IBI lebih banyak bersentuhan dengan kepentingan kemaslahatan bagi kaum perempuan. Tentunya, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bidan, dalam memajukan bidang kesehatan di Parepare,” ungkapnya.

Taufan berharap, seminar tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal, demi mencapai tujuan-tujuan dan eksistensi organisasi IBI di Parepare.

Bahas KUA PPAS, Taufan Pawe Warning Kepala SKPD Bepergian

PAREPARE_Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe mewarning atau memberikan peringatan keras kepada seluruh Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare. Peringatan itu berupa larangan bepergian atau melakukan perjalanan dinas selama pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan tahun 2018.

Penegasan itu disampaikan Taufan Pawe saat penyerahan rancangan KUA PPAS perubahan APBD tahun 2018 di ruang rapat paripurna DPRD Parepare, Selasa, (7/8/2018).

“Saya minta dengan sangat kepada semua Kepala SKPD agar tidak ke luar daerah selama pembahasan KUA PPAS. Saya tidak main-main, saya akan memberikan sanksi yang berat bagi yang melakukan perjalanan tanpa ijin Wali Kota,” tegas Wali Kota peraih 114 penghargaan ini.

Bukan tanpa alasan, warning berupa pemberian sanksi bagi Kepala SKPD yang bepergian dimaksudkan demi kelancaran pembahasan KUA PPAS perubahan APBD 2018, agar selesai tepat waktu.

“Saya minta Ispektorat mengkaji ini. Saya tidak ingin pengesahan perubahan APBD kita terhambat karena kelalaian dari Kepala SKPD,” ulang Taufan menegaskan.

Mendengar pernyataan sikap tegas dari Wali Kota, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir menyampaikan apresiasi.

Menurutnya, warning larangan bepergian tersebut merupakan kebijakan tepat untuk memaksimalkan hasil pelaksanaan pembahasan KUA PPAS perubahan.

“Saya kira warning tadi sangat penting sekali karena jika ada keputusan dari Kepala SKPD lantas tidak hadir, maka itu bisa menghambat jalannya pembahasan,” terang Kaharuddin mengapresiasi.

Dia juga mengatakan, jika semua Kepala SKPD mematuhi kebijakan tersebut, maka pihaknya menarget penandatanganan KUA PPAS perubahan APBD 2018 dapat dilangsungkan pada 16 Agustus mendatang.

“Kita target pendantanganan bersama dilaksanakan 16 Agustus ini,” tukasnya.

Sejahterakan Rakyat, Pemkot Minimalkan Anggaran Belanja Tidak Langsung

PAREPARE_Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali memangkas anggaran belanja tidak langsung dalam APBD Perubahan tahun 2018.

Hal ini terungkap dalam rapat paripurna penyerahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun 2018 di DPRD Parepare, Selasa, (7/8/2018).

Wali Kota Parepare mengatakan, belanja tidak langsung yang dimaksud, adalah anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan publik, dan didominasi oleh belanja pegawai. Anggaran ini dipangkas demi kepentingan publik, dengan meningkatkan anggaran belanja langsung, untuk kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan, baik fisik maupun non fisik.

Dalam KUA PPAS perubahan APBD tahun 2018, anggaran belanja tidak langsung sebesar 41 persen lebih, sementara belanja langsung sebesar 51 persen lebih.

“Alhamdulillah tiap tahun anggaran belanja pegawai kita lebih rendah dibanding belanja langsung. Daerah kita lebih rendah belanja pegawainya dibanding daerah-daerah lain dan ini diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi maupun pusat,” ungkap Taufan Pawe.

Hal senada juga diungkap Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam. Ato, sapaan Ketua DPC partai Demokrat ini, mengapresiasi rasionalisasi anggaran belanja yang dilakukan Pemkot Parepare.

“Salah satu komitmen Pemerintah Daerah ini terlihat dari rasionalisasi belanja langsung. belanja tidak langsung 41 persen di APBD, dan 58 persen belanja langsung, yaitu belanja yang berhubungan untu kepentingan masyarajat, seperti fisik, modal dan jasa. Ini semua menunjukkan komitmen Pemda dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” papar Ato.

Walikota Parepare Lepas Tiga Orang Pendidik Berprestasi ke Tingkat Nasional

PAREPARE_tiga orang pendidik yang terdiri dari seorang guru, dan dua orang Kepala Sekolah di jenjang yang berbeda berhasil mencatat sejarah sebagai guru dan kepala sekolah berprestasi terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketiga pendidik berprestasi terbaik tersebut, yaitu Makmur Kepala SMPN 4, Thamrin Guru SMPN 4, dan Yusrianti Kepala TK Kartika XX-12 Parepare.

Ketiganya dilepas Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe di Rujab Wali Kota, Rabu, (8/8/2018), untuk mewakili Sulsel ke tingkat nasional pada 11 hingga 18 Agustus di Jakarta.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kadarusman Mangurusi mengatakan, prestasi tersebut merupakan kebanggaan untuk Parepare. Hal itu kata dia, merupakan wujudk sinkronisasi kebijakan dan kemauan kuat Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Parepare yang mampu diimplementasikan oleh leading sektor (Dinas Pendidikan, red.).

Dalam implementasinya, lanjut Taufan, proses belajar mengajar, ditunjang kualitas guru, siswa, serta didukung fungsi managerial dari Kepala Sekolah menjadi kunci keberhasilan pendidikan.

Oleh karena itu kata dia, hadirnya kerjasama dengan Gakken, sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pendidikan merupakan wujud untuk mencapainya. Taufan berpesan, ketiga pendidik tersebut dapat menjaga kepercayaan Parepare, khususnya Sulsel di tingkat nasional.

“Namun apapun yang terjadi nantinya di sana (tingkat nasional, red.) kita sudah membuktikan terbaik di tingkat regional. Apa yang kita dapatkan ini merupakan keberhasilan bukan karena hasilnya, tapi karena proses,” ucap Taufan memotivasi tiga orang pendidik terbaik itu.

Sementara, Kepala SMPN 4 Parepare Makmur mengaku, jika torehan prestasi yang berhasil mereka dapatkan tersebut tak lain dan tak bukan, berkat dorongan dan kebijakan Pemkot Parepare.

“Kami tidak bisa seperti ini, kalau bukan dorongan dari Bapak Wali Kota. Kami selalu terinspirasi dari setiap apa yang Bapak sampaikan kepada kami. Itu pula yang membuat orang Provinsi mengapresiasi karena adanya sinkronisasi antara Pemkot, leading sektor, hingga di kalangan satuan pendidikan,” ungkap Makmur, yang diamini, dua rekannya, Thamrin dan Yusrianti.

Diketahui, ketiganya berhasil melalui beberapa tahapan penilaian dalam lomba Guru dan Kepala Sekolah berprestasi sehingga berhasil keluar menjadi terbaik di Sulsel.

Penilaian tersebut seperti penilaian portofolio, tes tertulis, best practice, dan wawancara. Penilaian yang sama pun akan kembali dilakukan di tingkat nasional nantinya.

Khusus best practice yang memuat inovasi berbeda dari pendidik lainnya, ketiganya memunyai keunikan masing-masing. Makmur misalnya, sukses meningkatkan minat baca siswa melalui program managemen ‘Padamacca’.

Sementara Thamrin, Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 4 ini mengembangkan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Teknik ‘Tudang Sipulung’. Tak hanya penanaman nilai budaya lokal dari ‘tudang sipulung’, namun nilai karakter, percaya diri dibentuk melalui teknik belajar tersebut.

“Jadi bukan hanya kognitifnya saja yang kita bentuk, tapi melalui teknik ini kita ingin menanamkan nilai karakter percaya diri dan penghargaan sesama melalui teknik ‘Tudang Sipulung’,” urai Guru yang peraih penghargaan sebagai Pustakawan terbaik di Sulsel ini.

Sementara Yusrianti, Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini melalui program menanamkan pendidikan karakter bagi anak usia dini, dengan melibatkan orangtua dalam pembelajaran.

“Dalam setiap program sekolah, orangtua siswa kita libatkan. Mereka berperan aktif dalam setiap program sekolah. Di sekolah orangtua siswa punya komunitas, namanya Kelompok Persatuan Orangtua (KPO),” ungkap Yusrianti, Magister Pendidikan ini.